Rating Persebaya Vs Persija Tertinggi Selama Penyisihan Piala Presiden 2026, Sponsor Tembus Rp 70 Miliar!

Olahraga36 Dilihat

SURABAYA – Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 bukan hanya sukses di lapangan, tetapi juga mencetak prestasi luar biasa dari sisi bisnis dan ekonomi. Hingga berakhirnya fase penyisihan grup, total nilai sponsor yang masuk telah menembus Rp70 miliar. Di saat yang sama, rating siaran televisi melonjak dan pelaku UMKM di sekitar stadion berhasil membukukan transaksi hingga Rp1,3 miliar.

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengungkapkan capaian tersebut saat menghadiri pertandingan Persebaya Surabaya melawan Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu. Menurutnya, angka sponsor masih berpeluang terus bertambah seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut.

“Hari ini sudah ada Rp70 miliar dari sponsor yang sudah masuk. Besok juga kami umumkan kenaikan hadiah juara karena sponsor terus bertambah dan ratingnya bagus,” ujar Maruarar kepada awak media.

Keberhasilan itu juga tercermin dari tingginya minat masyarakat menyaksikan pertandingan melalui layar kaca. Direktur Pemrograman dan Produksi SCM, Harsiwi Achmad, menyebut rata-rata rating siaran Piala Presiden 2026 mencapai 4,2 dengan audience share sebesar 23,9 persen atau meningkat 15 persen dibanding penyelenggaraan tahun lalu.

Laga Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta menjadi pertandingan paling diminati dengan rating mencapai 7 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang fase grup.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany Alatas, menilai turnamen ini juga memberi dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar stadion.

Menurut Tsamara, total transaksi UMKM sejak turnamen bergulir pada 25 Juli hingga 1 Agustus telah mencapai Rp1,3 miliar dan diyakini masih akan meningkat menjelang semifinal dan final.

“Kami harapkan terus bertambah hingga semifinal dan final,” ujar Tsamara.

Ia menjelaskan, tingginya jumlah penonton menjadi salah satu faktor utama yang menggerakkan roda ekonomi. Di Bandung, rata-rata pertandingan disaksikan sekitar 23 ribu penonton, sedangkan di Surabaya mencapai sekitar 30 ribu penonton per laga. Kehadiran puluhan ribu suporter tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet pedagang makanan, minuman, hingga berbagai produk UMKM di sekitar venue pertandingan.

Dengan pencapaian sponsor yang terus meningkat, rating siaran yang memecahkan rekor, serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, Piala Presiden 2026 semakin menegaskan posisinya sebagai turnamen pramusim paling bergengsi sekaligus paling bernilai secara komersial di Indonesia. TOM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *