Rafi Wibisono Pimpin KONI Sidoarjo, Siapkan Strategi Besar Menuju Porprov Jatim 2027

Berita, Olahraga272 Dilihat

SIDOARJO — Kursi kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo resmi ditempati M. Rafi Wibisono. Putra Bupati Sidoarjo Subandi itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Sidoarjo yang digelar di GOR Sidoarjo, Rabu (26/8/2026).

Rafi melangkah ke kursi ketua setelah memperoleh dukungan resmi dari 36 cabang olahraga (cabor). Seluruh berkas dukungan tersebut telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan.

Usai terpilih, Rafi menegaskan bahwa pembangunan olahraga Sidoarjo tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan medali. Menurutnya, setiap prestasi atlet merupakan hasil dari proses panjang yang mencakup pembinaan, fasilitas latihan, kompetisi, hingga kepastian masa depan atlet.

Karena itu, langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada penyerapan aspirasi dari seluruh cabor.

Rafi berencana mengumpulkan jajaran pengurus dan perwakilan cabor untuk memetakan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi. Mulai dari sistem pembinaan atlet, kebutuhan kompetisi, hingga kondisi sarana dan prasarana latihan.

Pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar KONI Sidoarjo dalam menentukan program prioritas.

“Ke depan kami akan kumpulkan seluruh pengurus cabor untuk menyerap masukan. Apa yang menjadi kekurangan di setiap cabor akan kita cari solusinya bersama. Ini merupakan bagian dari langkah persiapan menuju Porprov Jatim 2027,” jelas Rafi.

Bidik Porprov Jatim 2027

Dengan waktu menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang tinggal sekitar satu tahun, Rafi menilai KONI Sidoarjo harus bergerak cepat dan efektif.

Hasil Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) yang telah digelar akan menjadi salah satu instrumen untuk menjaring atlet potensial. Atlet yang menunjukkan performa terbaik akan mendapatkan pemantauan dan pembinaan lebih intensif.

“Masih ada waktu sekitar satu tahun. Kami akan manfaatkan secara optimal untuk menyeleksi dan mematangkan atlet-atlet potensial yang siap diturunkan pada Porprov,” ungkapnya.

Tak hanya mengejar prestasi di arena pertandingan, Rafi juga menaruh perhatian besar terhadap masa depan atlet.

Menurutnya, masa produktif seorang atlet di dunia olahraga relatif terbatas. Karena itu, pendidikan dan pengembangan karier harus berjalan beriringan dengan aktivitas olahraga.

“Setiap atlet harus kita dampingi pendidikannya. Atlet fokus berlatih, namun pendidikan tidak boleh ditinggalkan. Setelah purna sebagai atlet, mereka tetap memiliki bekal dan jaminan jenjang karier,” tegas Rafi.

Gandeng Pemkab dan Dunia Usaha

Untuk merealisasikan program tersebut, KONI Sidoarjo berencana membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serta dunia usaha dan korporasi swasta.

Kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya membantu pembinaan olahraga, tetapi juga membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk memperoleh akses pendidikan dan lapangan kerja setelah tidak lagi aktif sebagai atlet.

“Kami akan menjajaki kerja sama dengan Pemkab dan jejaring korporasi di Sidoarjo,” pungkas Rafi.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, KONI Sidoarjo kini dituntut bergerak cepat. Targetnya bukan sekadar mengejar medali pada Porprov Jatim 2027, tetapi membangun ekosistem olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus memiliki masa depan setelah pensiun dari arena pertandingan. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *