PWNU Jatim Resmi Tugaskan Gus Kikin Maju Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35

Berita, Nasional275 Dilihat

 

Surabaya – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi menugaskan Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35.

Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah internal PWNU Jatim dan mendapat dukungan bulat dari seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.

Penugasan itu diumumkan dalam konsolidasi PWNU Jawa Timur yang berlangsung di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 9, Surabaya, Selasa (21/7/2026).

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan pencalonan Gus Kikin bukan didorong kepentingan pribadi maupun arahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Ini bukan keinginan pribadi Gus Kikin dan bukan pula arahan dari PBNU. Keputusan ini murni hasil musyawarah Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur,” ujar KH Abdul Matin Djawahir.

Menurut Abdul Matin, proses pengambilan keputusan dilakukan melalui serangkaian rapat organisasi yang melibatkan unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. Hasilnya, seluruh 45 PCNU se-Jawa Timur menyatakan sikap yang sama untuk mengusung Gus Kikin pada Muktamar mendatang.

“Semua 45 PCNU di Jawa Timur menyatakan dukungan. Ini menjadi amanah bersama yang kami bawa menuju Muktamar ke-35,” katanya.

PWNU Jatim menilai Gus Kikin memiliki kapasitas dan pengalaman yang lengkap, baik dalam kepemimpinan organisasi, pengelolaan pesantren, maupun pemberdayaan ekonomi umat. Sosoknya juga dinilai mampu menjaga marwah NU dengan tetap berpegang pada Qanun Asasi, memperkuat ukhuwah nahdliyah, dan menjaga organisasi tetap teduh serta guyub.

“Beliau memiliki pengalaman organisasi yang utuh, memahami dunia pesantren, dan memiliki perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Itu yang menjadi salah satu pertimbangan kami,” tutur Abdul Matin.

Sementara itu, Gus Kikin mengaku semula tidak memiliki niat untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun setelah menerima amanah dari PWNU Jawa Timur dan dukungan seluruh PCNU se-Jatim, ia menyatakan siap menjalankan tugas tersebut.

“Saya sebenarnya tidak memiliki niat untuk mencalonkan diri. Tetapi ketika ini menjadi amanah dari PWNU Jawa Timur dan didukung seluruh PCNU se-Jawa Timur, tentu saya harus siap menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” ujar Gus Kikin.

Ia menegaskan, prioritas utamanya bukan sekadar kontestasi kepemimpinan, melainkan menjaga jati diri Nahdlatul Ulama agar tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren dan tradisi yang diwariskan para ulama.

“Yang harus kita jaga adalah tradisi Nahdlatul Ulama, memperkuat persatuan warga NU, dan memastikan organisasi tetap berjalan sesuai nilai-nilai pesantren serta Qanun Asasi,” tegasnya.

Gus Kikin juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama menjadikan Muktamar sebagai momentum memperkuat persaudaraan, bukan ajang perpecahan.

“Muktamar harus menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah. Siapa pun yang nanti mendapat amanah, tujuan kita tetap sama, yaitu menjaga NU agar semakin maslahat bagi umat dan bangsa,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait posisi Rais Aam PBNU, PWNU Jawa Timur menyatakan hingga kini belum ada pembahasan khusus. Komunikasi mengenai posisi tersebut masih akan dilakukan menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35. (Kris/Anam)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *