Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-29 di Pamekasan, Dispora Jatim Kenalkan YOCOPRENEUR

Wirausaha Muda Didorong Tak Berhenti di Pelatihan

Ekonomi13 Dilihat

PAMEKASAN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur memperkenalkan YOCOPRENEUR (Youth Cooperative Entrepreneur), inovasi pengembangan kewirausahaan pemuda berbasis digital, dalam puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di halaman Kantor Bakorwil Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, 28 Oktober 2026

Pengenalan melalui stan YOCOPRENEUR tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep pendampingan usaha yang terintegrasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini dirancang untuk menghubungkan calon wirausaha dan pelaku usaha muda dengan berbagai layanan serta sumber daya yang dibutuhkan dalam mengembangkan bisnis.

Kepala Dispora Jatim Hadi Wawan Guntoro menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kemandirian generasi muda. Menurutnya, pengembangan kewirausahaan pemuda membutuhkan dukungan berkelanjutan, tidak cukup hanya melalui pelatihan.

“Pengembangan kewirausahaan pemuda perlu dilakukan secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya memberikan pelatihan, tetapi juga perlu memastikan anak-anak muda mendapatkan pendampingan dan akses terhadap berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya,” ujar  Hadi Wawan Guntoro.

YOCOPRENEUR dikembangkan melalui pendekatan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Inovasi ini juga menggunakan pendekatan kelembagaan Koperasi Multi Pihak (KMP) untuk mendukung partisipasi dan keberlanjutan ekosistem kewirausahaan.

Pengembangan YOCOPRENEUR berangkat dari tantangan pendampingan wirausaha yang tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan. Akses pembiayaan, jaringan usaha, peningkatan kapasitas, serta pendampingan lanjutan juga diperlukan agar usaha yang dirintis generasi muda dapat berkembang.

Melalui pendekatan tersebut, proses pembinaan dirancang berlangsung secara berkelanjutan. Tahapannya meliputi identifikasi kebutuhan, penguatan kapasitas, pendampingan, penghubungan dengan layanan yang relevan, hingga pemantauan perkembangan usaha.

Dengan demikian, pelatihan ditempatkan sebagai salah satu bagian dari proses pengembangan kewirausahaan, bukan sebagai akhir dari program pembinaan.

“Harapannya, berbagai potensi dan sumber daya yang sudah tersedia bisa saling terhubung. Dengan kolaborasi yang baik, pendampingan kepada wirausaha muda dapat menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ucapnya.

Selain memanfaatkan teknologi digital, YOCOPRENEUR mengedepankan integrasi berbagai potensi yang telah tersedia. Pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan media diharapkan dapat berkolaborasi untuk memperluas akses pemuda terhadap pengetahuan, pendampingan, dan peluang pengembangan bisnis.

Pendekatan Koperasi Multi Pihak disiapkan sebagai salah satu kerangka kelembagaan untuk mendukung kolaborasi tersebut. Model ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan wirausaha muda dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan tanpa harus selalu membentuk program baru secara terpisah.

Dalam proses perencanaannya, YOCOPRENEUR memperoleh nilai prioritas tertinggi dalam analisis alternatif solusi yang menjadi dasar pengembangan inovasi tersebut.

Pengenalan inovasi ini juga menjadi bagian dari momentum peringatan HSP ke-98 untuk memperkuat pembangunan kepemudaan di Jawa Timur.

Hadi Wawan menekankan pentingnya kehadiran seluruh elemen kepemudaan di Pamekasan, yang dikenal sebagai tanah kelahiran Pahlawan Nasional Mohammad Tabrani Soerjowitjitro. Momentum tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat persatuan melalui pemikiran kritis dan aksi nyata generasi muda.

Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 dinilai relevan dengan pengembangan kewirausahaan yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Melalui pengenalan YOCOPRENEUR, Dispora Jatim mendorong pengembangan kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kegiatan pelatihan, tetapi juga kesinambungan pendampingan dan perkembangan usaha.

Ke depan, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara wirausaha muda dengan berbagai sumber daya dan layanan pendukung, sehingga tercipta ekosistem kewirausahaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. @

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *