Proyek Saluran Rp14,1 Miliar di Surabaya Diduga Asal Jadi, Penuh Genangan Air dan Menyimpang dari Bestek

Berita84 Dilihat
banner 468x60

Surabaya – Proyek pedestrian dengan saluran beton precast U-Guitter (lebar 3 meter) di Jalan KH. Mas Mansyur sisi barat dan Jalan Pegirikan (Sidorame – Jalan Kunti) menuai sorotan. Pekerjaan senilai Rp14,174 miliar yang dikerjakan oleh PT Bahtera Energi Struktur itu, diduga jauh dari standar teknis, bahkan menyimpang dari bestek yang telah tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun detail perencanaan.

Pantauan di lapangan memperlihatkan saluran precast yang baru dipasang justru penuh dengan genangan air bercampur sampah. Pemasangan dilakukan tanpa lantai kerja (rabbatan beton), sehingga beton U langsung masuk ke dalam galian yang masih terisi air meluber. Kondisi ini rawan menimbulkan penyusutan volume bahan dan salah elevasi kemiringan, yang semestinya sangat penting untuk memastikan aliran air mengalir lancar.

Selain itu, pengurugan tanah di sisi kiri dan kanan saluran juga hanya menggunakan lumpur bekas galian bercampur sampah, tanpa pemadatan menggunakan sirtu. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada kekuatan struktur serta perawatan jalan di atasnya.

Proyek ini sejatinya memiliki dua fungsi penting, yakni memperbesar kapasitas saluran agar mampu menampung debit air lebih besar pada musim hujan, sekaligus membangun pedestrian (trotoar) di atasnya. Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah tahapan kerja yang wajib sesuai bestek justru diabaikan.

Pada bagian trotoar misalnya, beberapa item pekerjaan juga dinilai tidak sesuai standar. Pemasangan besi wiremesh untuk tulangan beton diduga tidak diberi selimut beton yang cukup, serta ketebalan rabbatan trotoar tidak sesuai gambar perencanaan.

Dengan nilai pagu HPS Rp16,87 miliar dan harga penawaran Rp14,17 miliar, proyek yang berada di bawah naungan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya ini rawan menimbulkan kerugian negara bila penyimpangan pekerjaan terus dibiarkan.

Pihak pengawas lapangan pun disinyalir memberi persetujuan pada pekerjaan menyimpang tersebut. Jika benar adanya, maka kualitas saluran dan pedestrian yang seharusnya permanen, kuat, serta tahan lama, justru terancam hanya menjadi proyek “asal jadi” yang memboroskan APBD TA 2025.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *