Proyek Box Culvert Parang Kusumo Rp2,9 Miliar Diduga Bermasalah, Pemkot Surabaya Tutup Mata

Hukum189 Dilihat

Surabaya – Kisruh dugaan kongkalikong mencuat dalam proyek pembangunan saluran permanen beton precast U-Gutter/box culvert ukuran 100/120 dengan cover gandar 10 ton di Jalan Parang Kusumo, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Proyek senilai Rp2.962.601.971 yang dikerjakan CV Marga Perkasa itu berada di bawah Satuan Kerja (Satker) Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemerintah Kota Surabaya, dan disebut-sebut tetap dibayarkan meski diduga sarat persoalan teknis.

Menyikapi hal tersebut, Info Garuda mencoba mengonfirmasi sejumlah pihak terkait, mulai dari kontraktor pelaksana Dendy hingga jajaran Pemkot Surabaya, termasuk mantan Kepala Bidang Drainase DSDABM, Windo Gusman Prasetyo, serta pejabat yang kini menjabat, Adi Gunadi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi.

Saat mendatangi Pemkot Surabaya, kedua pejabat tersebut tidak berada di tempat. Seorang petugas keamanan menyampaikan, “Bapaknya tidak ada di tempat. Lagi keluar,” kepada Info Garuda, Senin (19/1/2026).

Sementara itu, Rudy selaku pengawas proyek mengakui bahwa dalam pekerjaan saluran Box Culvert Parang Kusumo memang tidak ada lantai kerja. Menurutnya, hal tersebut sudah direncanakan pihak dinas dan tercermin dalam Bill of Quantity (BoQ).

“Memang tidak ada item lantai kerja rabat beton dalam BoQ. Pihak dinas memang merencanakan seperti itu. Seluruh pekerjaan saluran beton precast tidak memakai lantai kerja,” ujar Rudy, Selasa (13/01/2026).

Namun, pantauan di lapangan menunjukkan metode kerja yang seragam dengan proyek U-Gutter di sejumlah lokasi lain. Indikasi tersebut mengarah pada pelaksanaan berbasis pola umum tanpa menyesuaikan karakter teknis lokasi, sehingga detail perencanaan diduga diabaikan. Kondisi itu tetap memperoleh persetujuan konsultan supervisi dan pengawas dinas tanpa verifikasi ketat terhadap gambar bestek.

Sejumlah dugaan penyimpangan teknis pun mengemuka. Dari sisi material, beton precast U-Gutter seharusnya merupakan produk pabrikan dengan standar kuat tekan sesuai kontrak. Namun, terdapat dugaan penggunaan box culvert dengan mutu beton yang tidak sesuai, yang berisiko menurunkan daya dukung saluran terhadap beban gandar 10 ton serta memicu kegagalan struktur dan potensi kerugian keuangan negara.

Pada tahap galian tanah menggunakan alat berat, lubang galian dilaporkan tergenang air dan beririsan dengan utilitas tertanam pada kedalaman berbeda. Box culvert diduga langsung dipasang dalam galian tergenang air setinggi orang dewasa tanpa pemompaan air, tanpa pengendalian elevasi, dan tanpa pengaturan kemiringan (slope) sebagaimana disyaratkan.

Temuan yang dinilai paling serius adalah tidak dikerjakannya lantai kerja (rabat) beton tanpa tulangan dengan ketebalan tertentu sebagaimana tercantum dalam bestek, RAB, dan BoQ. Secara teknis, rabat beton seharusnya dibuat pada dasar galian dalam kondisi kering sebagai alas stabil sebelum pemasangan box. Fakta pemasangan dalam kondisi tergenang air menguatkan dugaan bahwa rabat lantai kerja diabaikan.

Selain itu, urugan kembali pada sisi kiri–kanan saluran diduga hanya menggunakan tanah lumpur bercampur batu dan sampah sisa galian, tanpa material sirtu maupun pasir serta tanpa pemadatan bertahap. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan amblesan dan lendutan yang mempengaruhi kekuatan dinding saluran maupun badan jalan di atasnya.

Pemasangan box culvert juga mengikuti kontur jalan yang berbelok, sehingga celah sambungan antarbox renggang dan sebagian terputus. Sambungan diduga hanya ditutup dengan pengecoran manual, bukan sistem sambungan pabrikan, sehingga berisiko memicu rembesan air dan kerusakan dini.

Dengan berbagai temuan tersebut, proyek box culvert Parang Kusumo kini menjadi sorotan publik. Dugaan penyimpangan teknis dan lemahnya pengawasan membuka peluang terjadinya kerugian keuangan negara, sekaligus mempertanyakan komitmen Pemkot Surabaya dalam menjaga mutu infrastruktur yang dibiayai uang rakyat. Jer

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *