Persebaya Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Tempuh Perjalanan Panjang Dari Lampung ke Surabaya

Berita, Olahraga24 Dilihat

SURABAYA — Persebaya Surabaya harus menjalani perjalanan pulang yang lebih panjang setelah laga tandang menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak pada penerbangan sehingga skuad Bajol Ijo tidak bisa langsung kembali ke Surabaya melalui jalur udara.

Persebaya sebelumnya berada di Bandar Lampung untuk menjalani pertandingan pekan kompetisi melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Sabtu (5/9) sore WIB. Duel tersebut berakhir imbang 1-1.

Sehari setelah pertandingan, skuad Persebaya langsung bersiap meninggalkan Bandar Lampung. Namun, penutupan Bandara Soekarno-Hatta membuat tim harus mengubah rencana perjalanan dan memilih jalur darat.

Rombongan Persebaya bertolak dari hotel sekitar pukul 07.00 WIB menuju Pelabuhan Bakauheni. Dari sana, tim menyeberang menggunakan kapal menuju Merak, Banten.

Setelah tiba di Merak, rombongan tidak berhenti untuk beristirahat panjang. Tim langsung melanjutkan perjalanan menuju Surabaya melalui jalur darat.

Perjalanan tersebut tentu membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan penerbangan langsung. Meski demikian, skuad Persebaya tetap harus menjaga kondisi fisik karena sudah menanti pertandingan berikutnya.

Rachmat Irianto Syukuri Satu Poin di Lampung

Di tengah perjalanan pulang yang cukup melelahkan, gelandang Persebaya Rachmat Irianto tetap mensyukuri hasil imbang yang diraih timnya di kandang Bhayangkara.

Menurut pemain berusia 27 tahun tersebut, mendapatkan satu poin dari Bandar Lampung bukan perkara mudah. Bhayangkara dinilainya sebagai tim yang memiliki kualitas dan mampu memberikan perlawanan sengit.

“Kami bersyukur bisa mendapatkan satu poin, meskipun tentu ada rasa kecewa karena sempat mencetak gol lebih dulu dan sebenarnya berharap bisa membawa pulang kemenangan,” kata Rachmat seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.

Rachmat mengakui Bhayangkara mampu menunjukkan kualitasnya hingga akhirnya menyamakan kedudukan.

“Bhayangkara adalah tim yang kuat dan mereka menunjukkan kualitasnya hingga mampu menyamakan kedudukan,” ujarnya.

Hasil imbang tersebut membuat Persebaya membawa pulang satu poin dari lawatannya ke Bandar Lampung.

Kini, perhatian Bajol Ijo mulai diarahkan ke pertandingan berikutnya. Persebaya dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (13/9) malam WIB.

Dengan perjalanan pulang yang lebih panjang akibat gangguan penerbangan, Persebaya dituntut segera memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri menghadapi PSIM.  TOM

title="banner 728x90" width="728" height="90"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *