Persebaya Surabaya Ditahan PSS Sleman, Bernardo Tavares Frustasi

Berita, Olahraga139 Dilihat

SURABAYA – Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan saat menjamu PSS Sleman pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu, Bajul Ijo harus puas bermain imbang 2-2 meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Hasil imbang Persebaya vs PSS Sleman tersebut membuat pelatih Bernardo Tavares kecewa. Ia menilai para pemain sudah menunjukkan semangat dan sikap yang baik, tetapi belum mampu memberikan kemenangan kepada Bonek dan Bonita yang memenuhi tribun stadion.

“Menurut saya, para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin, begitu juga para pemain,” kata Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menyoroti perbedaan statistik yang cukup mencolok antara Persebaya dan PSS Sleman. Persebaya mencatatkan sekitar 20 tembakan dan 12 tendangan sudut. Sebaliknya, tim tamu hanya menghasilkan dua tembakan dan tiga tendangan sudut sepanjang laga.

Namun, dominasi permainan tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Persebaya gagal mempertahankan keunggulan permainan dan harus menerima kenyataan kehilangan dua poin di kandang sendiri.

Bernardo Tavares Soroti Kesalahan Pertahanan Persebaya

Bernardo Tavares menilai dua gol PSS Sleman tidak lepas dari kesalahan yang dilakukan pemain Persebaya. Gol pertama tim tamu berawal dari pelanggaran yang memberikan peluang bagi lawan untuk mencetak gol.

Sementara itu, gol berikutnya terjadi karena pemain Persebaya memberikan terlalu banyak ruang kepada lawan untuk melepaskan tembakan.

Menurut Tavares, Persebaya sebenarnya mampu membangun serangan melalui berbagai skema. Mulai dari penetrasi ke ruang pertahanan lawan, umpan silang, hingga menciptakan peluang di sejumlah area kotak penalti.

Sayangnya, penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Sejumlah tembakan pemain Persebaya berhasil digagalkan penjaga gawang, diblok pemain bertahan, atau tidak mengarah tepat ke gawang.

“Sepak bola adalah tentang gol. Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang untuk menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol,” ujarnya.

Evaluasi penyelesaian akhir dan konsentrasi lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya Surabaya. Dominasi penguasaan situasi pertandingan dan banyaknya peluang harus diimbangi efektivitas mencetak gol serta kemampuan menjaga gawang dari kebobolan.

Cedera Pemain Jadi Kendala Persebaya Hadapi Jadwal Padat

Selain mengevaluasi performa tim saat ditahan PSS Sleman 2-2, Tavares mengakui kondisi fisik pemain menjadi tantangan tersendiri. Jadwal pertandingan yang padat sepanjang Oktober membuat tim pelatih harus memperhatikan kebugaran seluruh anggota skuad.

Sejumlah pemain Persebaya mengalami cedera, sedangkan beberapa lainnya belum berada dalam kondisi fisik optimal. Situasi tersebut memengaruhi persiapan tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Tavares menyatakan akan memantau perkembangan kondisi pemain melalui sesi latihan dan berkoordinasi dengan tim medis sebelum menentukan komposisi tim.

“Kami akan melihat kondisi pemain saat latihan dan berkoordinasi dengan tim medis untuk menentukan siapa yang paling siap membantu tim pada pertandingan berikutnya,” katanya.

Persebaya kini perlu segera membenahi sejumlah kekurangan agar mampu kembali ke jalur kemenangan pada laga selanjutnya. Ketajaman lini depan dan kedisiplinan pertahanan menjadi dua aspek penting yang harus diperbaiki.

Ernando Ari Berduka atas Meninggalnya Empat Suporter PSS Sleman

Sementara itu, penjaga gawang Persebaya Surabaya, Ernando Ari, menyampaikan kekecewaannya karena tim belum mampu memberikan kemenangan kepada Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo.

Ia mengucapkan terima kasih kepada para suporter yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan. Ernando juga menegaskan bahwa seluruh pemain akan berusaha memperbaiki kesalahan agar bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya.

“Kami merasa kecewa karena belum bisa memberikan kemenangan yang diharapkan Bonek dan Bonita di laga kandang ini. Kami akan memperbaiki kesalahan untuk menjadi lebih baik pada pertandingan selanjutnya,” ujar penjaga gawang kelahiran Semarang tersebut.

Di tengah kekecewaan atas hasil imbang Persebaya vs PSS Sleman, Ernando turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat suporter PSS Sleman yang sedang dalam perjalanan untuk menyaksikan pertandingan di Surabaya.

Ia mengingatkan seluruh suporter sepak bola Indonesia agar mengutamakan keselamatan saat melakukan perjalanan untuk mendukung klub kesayangan.

“Kami turut berbelasungkawa. Untuk seluruh suporter Indonesia, baik pendukung PSS maupun Bonek dan Bonita, agar lebih berhati-hati selama perjalanan karena apa pun itu tidak sebanding dengan nyawa,” tuturnya.

Pesan Ernando menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap klub sepak bola harus tetap mengutamakan keselamatan. Rivalitas di lapangan maupun semangat mendukung tim kebanggaan tidak seharusnya mengabaikan keselamatan jiwa. (TOM)

 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *