Pengusaha Ikuti Tax Day HIPMI Jatim, Kesadaran Pajak Jadi Kunci Bisnis Makin Sehat

Ekonomi58 Dilihat

KEDIRI — Kesadaran pelaku usaha terhadap kewajiban perpajakan terus didorong. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur bersama BYC Consulindo menggelar Tax Day HIPMI Jatim Volume 1 di Kediri, sebagai ruang edukasi bagi pengusaha untuk memahami regulasi sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak.

Kegiatan yang diikuti peserta dari Korwil Mataraman 1 dan 2 tersebut mendapat antusiasme tinggi. Sedikitnya 72 orang mendaftar dalam kegiatan yang membahas berbagai persoalan perpajakan yang bersinggungan langsung dengan aktivitas bisnis.

Sekretaris Umum HIPMI Jatim, M. Rizky Agung, mengatakan pemahaman perpajakan menjadi salah satu bekal penting bagi pengusaha dalam membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, pajak tidak semestinya hanya dipandang sebagai kewajiban administratif. Kepatuhan pajak juga menjadi bagian dari tata kelola perusahaan yang tertib, kredibel, dan mampu berkembang dalam jangka panjang.

“Tax Day HIPMI Jatim bersama BYC Consulindo telah menjadi ruang yang sangat positif bagi para pelaku usaha, khususnya bagi anggota HIPMI Jawa Timur yang saat ini meliputi wilayah Mataraman, untuk memperkuat pemahaman mengenai perpajakan sekaligus membangun kesadaran bahwa kepatuhan pajak merupakan bagian penting dari keberlanjutan dunia usaha,” ujar Rizky.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman mengenai kewajiban perpajakan. Lebih jauh, pengusaha diharapkan mampu menjadikan regulasi pajak sebagai salah satu pertimbangan dalam menyusun strategi bisnis.

“Bagi kami, pajak bukan hanya persoalan kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari bagaimana pengusaha membangun bisnis yang sehat, tertib, kredibel, dan mampu bertumbuh dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, pemateri dari BYC Consulindo, Beni Yuanto, mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme peserta.

Ia menyebut jumlah pendaftar mencapai 72 orang, melebihi perkiraan awal penyelenggara.

“Saya selaku pengisi materi pada acara HIPMI Tax Day hari ini Volume 1 di Kediri, senang sekali melihat antusiasme dari seluruh peserta. Bahkan dari pendaftar pun di luar ekspektasi kami hingga mencapai 72 pendaftar,” ungkap Beni.

Menurut Beni, tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa persoalan perpajakan semakin menjadi perhatian serius bagi kalangan pengusaha. Apalagi, menurutnya, dunia perpajakan kini memasuki era yang semakin menekankan aspek pengawasan dan kepatuhan.

“Kita tahu bahwa pajak ini masuk di era baru. Jadi semakin banyak proses penindakan dan pengawasan dari Direktorat Jenderal Pajak,” jelasnya.

Karena itu, Beni berharap edukasi yang diberikan dalam Tax Day dapat menjadi bekal praktis bagi anggota HIPMI dalam menjalankan bisnis sekaligus menghadapi perkembangan regulasi perpajakan.

“Harapannya hari ini teman-teman HIPMI mendapatkan pencerahan, insight yang cukup untuk menyiasati bisnisnya di kemudian hari,” tuturnya.

Tax Day HIPMI Jatim Volume 1 di Kediri menjadi pembuka rangkaian kegiatan edukasi perpajakan yang akan digelar di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Setelah wilayah Mataraman, agenda serupa direncanakan berlanjut ke Jember, Malang, dan sejumlah daerah lainnya.

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kota Surabaya, Kabupaten Ngawi, hingga Kota Madiun.

Melalui program tersebut, HIPMI Jatim bersama BYC Consulindo menargetkan semakin banyak pengusaha daerah memahami kewajiban perpajakan secara komprehensif.

 

Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem usaha di Jawa Timur yang semakin tertib, kredibel, kompetitif, dan berdaya saing. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *