Pembukaan Soekarno Cup Meriah, Eri Cahyadi: Jalan Talenta Muda Menuju Timnas

Olahraga41 Dilihat

SURABAYA: Sebanyak 400 pesepak bola muda dari 16 provinsi mulai memburu panggung menuju sepak bola profesional melalui Soekarno Cup U-17 2026. Turnamen yang digelar pada 10–24 Agustus 2026 itu resmi dibuka di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Senin (10/8/2026).

Jawa Timur menjadi tuan rumah setelah sebelumnya Soekarno Cup digelar di Jakarta pada 2023 dan Bali pada 2025. Tahun ini, pertandingan berlangsung di tiga daerah, yakni Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.

Tak sekadar menjadi ajang perebutan kemenangan, Soekarno Cup U-17 diarahkan menjadi ruang pencarian dan pengembangan talenta sepak bola usia muda. Para pemain mendapat kesempatan menguji kemampuan, mental bertanding, sekaligus menunjukkan potensi mereka di hadapan para pencari bakat.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah. Atraksi drum band yang membawakan musik tradisional dari berbagai daerah berpadu dengan pertunjukan reog, bantengan, jaranan hingga tarian kontemporer. Lebih dari 7.000 masyarakat turut menyaksikan pembukaan tersebut.

Juru Bicara Soekarno Cup sekaligus legenda Timnas Indonesia, Anang Ma’ruf, menilai kompetisi usia muda menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sepak bola nasional.

“Kompetisi menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk mental dan karakter sebagai atlet,” ujar Anang.

Mantan pemain Timnas Indonesia yang mencatat 31 penampilan itu menegaskan, pembinaan pemain tidak cukup hanya mengandalkan latihan teknis. Pemain muda membutuhkan kompetisi agar terbiasa menghadapi tekanan, menjaga sportivitas, membangun kerja sama, dan memiliki mental untuk terus berkembang.

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan konsep pembukaan yang memadukan sepak bola dan budaya merupakan gambaran keberagaman Indonesia.

Setiap kontingen, kata dia, datang membawa identitas daerah masing-masing. Namun, seluruhnya dipertemukan dalam satu arena melalui sepak bola.

“Atraksi tersebut menghadirkan pesan tentang keberagaman Indonesia. Setiap kontingen membawa identitas daerahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola,” kata Komarudin.

Menurutnya, perpaduan olahraga dan budaya diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memiliki karakter, rasa kebersamaan, dan kepedulian terhadap budaya bangsa.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menyebut kehadiran 400 pemain dari 16 provinsi menunjukkan besarnya potensi sepak bola usia muda di Indonesia.

“Ada 400 talenta muda dari 16 provinsi yang datang ke sini. Mereka membawa karakter dan gaya bermain dari daerah masing-masing. Ini kesempatan yang sangat baik bagi mereka untuk saling belajar,” ujar Said.

Ia berharap Soekarno Cup tidak berhenti sebagai kompetisi sesaat. Turnamen ini diharapkan menjadi pintu bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman, membangun kepercayaan diri, sekaligus membuka jalan menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.

 

Harapan serupa disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Menurutnya, Soekarno Cup memberikan kesempatan kepada talenta-talenta muda yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan.

“Harapan kami dengan Soekarno Cup ini memberikan semangat kepada talenta-talenta muda. Mereka yang selama ini belum mendapatkan tempat bisa mendapatkan tempat untuk jenjang kariernya,” kata Eri.

Eri mengatakan proses pencarian pemain bahkan dilakukan hingga ke pelosok desa. Ia menyebut perjuangan sebagian pemain untuk menekuni sepak bola tidak mudah. Ada pemain yang harus bekerja lebih dahulu untuk membeli sepatu, bahkan ada yang berjalan kaki saat berlatih.

Karena itu, ia berharap panggung Soekarno Cup mampu mengantarkan pemain-pemain tersebut menuju level yang lebih tinggi.

“Kami berharap dari Soekarno Cup ini lahirlah talenta-talenta muda yang bisa masuk ke Tim Nasional Indonesia,” imbuhnya.

Momentum tersebut semakin penting bagi Jawa Timur setelah Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026. Eri menilai keberhasilan tersebut dapat menjadi tambahan motivasi bagi pembinaan sepak bola di daerah.

Ia mendorong klub-klub profesional di Surabaya dan Jawa Timur ikut memantau pemain yang tampil di Soekarno Cup. Dengan demikian, turnamen tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi dapat menjadi bagian dari jalur regenerasi pemain.

“Banyak klub yang sudah melihat turnamen Soekarno Cup ini untuk mencari bakat-bakat pemain. Semoga Soekarno Cup ini bisa menciptakan pemain-pemain muda dan bakat mereka bisa diambil oleh klub-klub profesional,” jelasnya.

Eri juga mendorong sinergi dengan PSSI Jawa Timur untuk mendukung regenerasi pemain menghadapi Porprov 2027 dan PON 2028.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting agar proses pencarian dan pendataan pemain muda dapat dilakukan secara lebih terarah. Ia mencontohkan adanya aturan terkait pemain Elite Pro Academy (EPA) serta proses verifikasi pemain yang melibatkan PSSI.

“Kami membutuhkan kerja sama yang kuat dengan PSSI untuk Porprov besok sekaligus untuk PON. Semoga ini menjadi kerja sama yang luar biasa untuk menciptakan dan mencari talenta-talenta muda untuk menjadi pemain profesional,” katanya.

Bagi pemain, Soekarno Cup juga bukan sekadar soal pertandingan. Kompetisi tersebut menjadi ruang untuk membangun pengalaman sekaligus persahabatan lintas daerah.

Pemain Banteng Jatim FC U-17, Gema Farand, mengaku senang bisa kembali tampil setelah mengikuti Soekarno Cup 2025 di Bali.

“Kami bersyukur bisa ikut di Soekarno Cup. Di sini kami dikenalkan dengan budaya Nusantara dan berkenalan dengan teman-teman dari seluruh penjuru Tanah Air. Jadi selain bermain bola, kami juga membangun persahabatan tanpa melihat suku, agama, dan daerah,” ujar Gema.

Soekarno Cup U-17 2026 kini menjadi salah satu panggung yang mempertemukan ratusan pemain muda dengan mimpi yang sama: berkembang, menembus sepak bola profesional, dan suatu hari mengenakan jersey Timnas Indonesia.

Dari lapangan-lapangan di Jawa Timur, proses pencarian generasi baru sepak bola Indonesia pun dimulai.@

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *