Pemasangan Kastin di Jemursari Surabaya Ngawur

Berita298 Dilihat

Surabaya – Pekerjaan proyek pemasangan kastin di jalan raya jemursari, Kelurahan wonocolo, Kecamatan wonocolo, Kota Surabayab oleh Pt Bentayu, menuai sorotan publik. Berdasarkan hasil pantauan awak media infogaruda.com proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) dan pelaksanaannya terkesan asal-asalan.

Dari hasil pemantauan langsung di lokasi, tampak para pekerja melakukan pemasangan kanstin langsung di atas tanah asli, tanpa adanya lapisan pasir urug atau pondasi dasar sebagaimana mestinya dan cuman sela-sela saja di kasi semen. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan daya dukung struktur lemah, sehingga dalam waktu dekat kanstin rawan miring dan ambles.

Selain itu, area pekerjaan terlihat berdebu dan tidak dilakukan penyiraman atau pemadatan tanah dasar (subgrade) sebelum pemasangan dilakukan. Padahal, tahap pemadatan merupakan bagian penting untuk memastikan ketahanan struktur jalan dalam jangka panjang. K3 tidak di gunakan dan papan nama proyek tidak kelihatan di sekitar.

Consultan Pengawasan Dan Pengawas Dinas Diduga Lemah Lebih lanjut, dari hasil pengamatan di lapangan, tidak terlihat adanya pengawas dari Dinas PU maupun konsultan pengawas proyek. Pekerja juga tampak tidak menggunakan alat bantu teknis seperti benang ukur, waterpass, atau patok kontrol untuk mengatur elevasi dan kelurusan pasangan kanstin.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pelaksana dan konsultan pengawas proyek tidak memahami secara menyeluruh aspek teknis pekerjaan infrastruktur jalan lingkungan. Bahkan, pengawasan mutu pekerjaan terindikasi lemah karena membiarkan metode kerja yang tidak sesuai standar kontrak.

Sejumlah warga sekitar turut menyayangkan lemahnya kontrol dari pihak terkait. Mereka menilai, pekerjaan seharusnya dilakukan dengan memperhatikan mutu dan ketahanan struktur, bukan sekadar mengejar target penyelesaian waktu.

Kontrol Sosial Minta Evaluasi dan Tindakan Tegas Menanggapi hal tersebut, jaenal, salah satu pemerhati pembangunan dan kontrol sosial di wilayah Surabaya Barat, menegaskan bahwa pihak pelaksana harus segera dikoreksi sebelum proyek dilanjutkan lebih jauh.

“Kalau tidak ada pemberhentian sementara untuk evaluasi teknis, saya khawatir kanstin bisa miring, paving amblas, dan jalan cepat rusak. Ini bisa jadi pemborosan anggaran, karena umur teknis jalan tidak akan sesuai rencana,” jaenal kepada awak media, minggu 18/01/2026

Ia juga menambahkan, apabila kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin proyek tersebut akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena hasil pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi kontrak dan standar konstruksi yang berlaku.

“Publik pun berharap agar pihak berwenang segera melakukan pengecekan ulang dan memastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Transparansi, pengawasan ketat, dan tanggung jawab profesional sangat dibutuhkan agar pembangunan benar-benar berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya. Jer

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *