Surabaya – Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) TNI AL berkolaborasi dengan Motor Besar Indonesia (MBI) Surabaya dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan safety riding bagi pengemudi ojek online (ojol) di Lapangan Kesatrian Marinir Karangpilang, Surabaya, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran berkendara yang aman sekaligus membekali para peserta dengan teknik mengemudi yang benar untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi mengenai etika berlalu lintas, tetapi juga praktik langsung teknik pengereman, manuver kendaraan, hingga cara membawa penumpang dengan aman. Panitia turut menghadirkan instruktur keselamatan berkendara dari Jakarta agar materi yang diberikan sesuai standar dan mudah diterapkan di jalan raya.
Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi bagi seluruh pengguna sepeda motor, baik pengemudi ojol, komunitas motor besar, maupun prajurit Marinir.
“Harapannya kita mengedukasi rekan-rekan ojol, prajurit Marinir, dan rekan-rekan MBI agar mengetahui cara berkendara yang baik dan aman untuk diri sendiri maupun orang lain, sehingga mereka memiliki bekal ilmu yang dapat menciptakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” ujar Oni Junianto.
Ia menambahkan, pelatihan serupa diharapkan dapat digelar secara rutin setiap bulan agar semakin banyak pengendara roda dua memahami etika berlalu lintas dan pentingnya keselamatan berkendara.
“Harapan kita kegiatan ini bisa terus dilanjutkan setiap bulan sehingga semakin banyak pengendara roda dua yang memahami etika dan keamanan berkendara. Dengan begitu jalan raya akan menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MBI Surabaya, Edward Santoso, menjelaskan kegiatan tersebut dilandasi kepedulian terhadap masih rendahnya disiplin sebagian pengguna jalan.
Menurutnya, edukasi keselamatan berkendara menjadi penting karena masih ditemukan perilaku berkendara yang membahayakan, seperti menggunakan trotoar sebagai jalur kendaraan.
“Kami berkolaborasi dengan Pasmar 2 dan Dishub Provinsi Jawa Timur karena peduli terhadap keselamatan masyarakat. Harapannya masyarakat semakin memahami cara menggunakan jalan dengan aman, nyaman, dan tetap menghormati pengguna jalan lainnya,” kata Edward.
Salah seorang peserta, Wahyu, pengemudi ojek online, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan saat bekerja.
Ia mengatakan peserta diajarkan teknik pengereman, manuver kendaraan, hingga cara membawa penumpang dengan aman melalui teori dan praktik.
“Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini sangat mengedukasi kami sebagai driver. Tadi kami belajar teknik pengereman, manuver, dan cara berkendara yang benar. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan agar semakin banyak driver yang memahami keselamatan berkendara,” ujar Wahyu.
Melalui kolaborasi ini, Pasmar 2, MBI Surabaya, dan Dishub Jawa Timur berharap budaya safety riding semakin tumbuh di kalangan masyarakat, sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan tercipta kondisi berkendara yang lebih tertib, aman, serta nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (Kris/tom)















