Memalukan! Liga Nusantara KSMI 2025 Diwarnai Baku Hantam, Honor Wasit Belum Dibayar

Berita, Olahraga88 Dilihat

SURABAYA: Memalukan! Liga Nusantara (Linus) 2025, yang digelar Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Jawa Timur diwarnai kerusuhan. Insiden itu terjadi pada pertandingan delapan besar antara Tim Mini Football Jatim melawan Kalimantan Timur (Kaltim) di Lapangan Thor Surabaya, Selasa pagi, 24 November 2025.

Kericuhan berawal dari protes pemain Kaltim kepada wasit yang tidak meniup peluit pelanggaran ketika penyerang Kaltim mendapatkan tackling dari kapten Jatim, Ghufron di area kotak penalti pada menit-menit akhir babak kedua. Saat itu, tim Jatim unggul 3-2.

Tak terima dengan keputusan wasit, pemain dan official Kaltim melakukan protes keras hingga masuk lapangan. Wasit terus di dorong dan ditendang hingga lari masuk salah sat tenda di pinggir lapangan. Setelah terus dikejar, wasit dan penjaga garis balik menantang para pemain Kaltim.

“Kalau protes silahkan, kalau mau berkelahi ayo di tengah lapangan, ” teriak wasit menantang pemain dan official Kaltim berduel. Beberapa petugas keamanan dari TNI berusaha melerai hingga kericuhan bisa dihentikan.

Namun keributan kembali terjadi, kali ini dipicu ulah kubu Kaltim yang memilih tidak melanjutkan pertandingan dan masuk ke ruang ganti pemain. Saat menuju ruang ganti, persis di belakang bench Jatim, tiba-tiba ada yang melempar botol mineral dan mengenai pemain Jatim.

 

Tak terima, giliran pemain dan official Jatim mendatangi kubu Kaltim. Adu mulut hingga kontak fisik kembali. Tanpa di komando, pemain Jatim mengejar hinga masuk ke ruang ganti pemain Kaltim. Personel TNI dibuat pontang-panting mengamankan situasi.

Setelah bisa diatasi, wasit kembali ke tengah lapangan dan menunggu pemain Kaltim untuk keluar melanjutkan pertandingan yang tersisa sekitar lima menit. Lantaran tidak masuk lapangan, akhirnya wasit meniup peluit panjang dan memastikan kemenangan untuk Jatim 3-2 sekaligus memastikan satu tiket semifinal.

Terpisah, Manajer Mini Football Jatim, Supik Tiyono menyesalkan keributan yang terjadi dalam pertandingan. Sebab, para pemain dan official Jatim awalnya tidak terlibat dalam keributan. Namun karena ada yang melempar botol, pemain Jatim yang awalnya diam tersulut emosi.

“Tadi itu kan protes pemain Kaltim dengan wasit, kami diam tidak ikut-ikut. Setelah ada yang melempar dari belakang, wajar jika pemain kita bereaksi. Sekarang kami minta pemain kembali fokus untuk pertandingan semfinal besok, karena besok dua langsung dua kali pertandingan. Pagi semifinal, sore final, ” ucapnya.

Kisruh Honor Wasit

Selain kerusuhan, tersiar kabar para wasit juga sempat akan mengacam mundur dari kompetisi emperebutkan Piala KONI Pusat yang baru pertama kali digelar ini. Pemicunya, hingga babak delapan besar, honor wasit ternyata belum dibayar.

Sementara Ketua KSMI Jatim Johny Hartono, selaku penyelenggara yang ditujuk KSMI Pusat tidak tampak di lapangan. Saat dihubungi via seluler, pemilik hotel MaxOne itu mengatakan tidak ada masalah dengan para wasit maupun perangkat pertandingan.

“Cuma administrasinya saja, saya minta semua jelas dan didukung bukti serta berita acara. Saya minta langsung ditransfer ke masing-masing rekening wasit dan perangkat pertandingan. Saya sudah bertemu semua wasit, tidak benar ada boikot mereka professional dan sepakat dibayar setelah final, ” bantah  Johny. @

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *