Surabaya – Memasuki awal bulan suci Ramadhan, kurma ajwa menjadi salah satu sajian takjil yang paling banyak diburu warga Surabaya. Kurma asal Madinah ini tidak hanya dikenal dengan rasa manisnya, tetapi juga karena merupakan kurma yang disunnahkan Rasulullah SAW saat berbuka puasa.
Pantauan di Toko Kurma Lawang Agung, Jalan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya, sejak awal Ramadhan toko ini dipadati pembeli yang berburu berbagai jenis kurma untuk persiapan berbuka puasa. Dari beragam pilihan yang tersedia, kurma ajwa menjadi salah satu yang paling diminati.
Pengelola Toko Kurma Lawang Agung, Zuhair Salim, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap kurma ajwa tak lepas dari keyakinan akan keutamaan dan khasiatnya.
“Kurma ajwa ini sesuai hadis Rasulullah. Barang siapa makan tujuh butir di pagi hari, insya Allah akan terlindung dari dua hal, yaitu racun dan sihir. Ini juga kurma yang paling digemari Rasulullah,” ujar Zuhair.
Selain karena nilai sunnahnya, kurma ajwa juga dikenal sebagai kurma premium dengan kualitas rasa yang khas. Di toko tersebut, kurma ajwa dijual dalam beberapa pilihan kualitas, mulai dari grade A hingga premium.
“Harganya berkisar antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per kilogram. Meski harganya relatif lebih tinggi dibandingkan jenis kurma lain, permintaan tetap tinggi di awal Ramadhan,” tambah Zuhair.
Salah satu pembeli, Galuh, mengaku sengaja memilih kurma ajwa karena dinilai memiliki kualitas terbaik dan manfaat kesehatan.
“Tadi saya cari kurma yang paling premium. Setelah dijelaskan, ternyata kurma ajwa yang paling bagus. Selain manfaatnya, rasanya juga enak untuk berbuka puasa,” katanya.
Meningkatnya permintaan kurma ajwa di awal Ramadhan ini menjadi penanda kuat bahwa tradisi berbuka puasa sesuai sunnah Rasulullah SAW masih terus dijaga oleh masyarakat, sekaligus membawa berkah bagi para pedagang kurma di Surabaya. (Kris)

















