Mahasiswa KKN UMSURA Perkenalkan Akuaponik IoT dan Inovasi Lumpia Lele untuk Perkuat Ekonomi Desa Dungus

Berita, Pendidikan79 Dilihat

 

Kediri – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya terus didorong oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA). Melalui program pengabdian masyarakat di Desa Dungus, Kabupaten Kediri, mahasiswa menghadirkan dua inovasi utama, yakni Teknologi Tepat Guna (TTG) Akuaponik berbasis Internet of Things (IoT) serta pengembangan produk olahan Lumpia Lele sebagai peluang usaha baru bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Dungus tersebut diikuti oleh perangkat desa dan warga setempat. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan melalui diskusi dan praktik langsung mengenai pemanfaatan teknologi dalam budidaya perikanan serta pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

Perwakilan Kepala Desa Dungus, Aris Harmono, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai mampu menghadirkan solusi sederhana namun relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya mendukung sektor budidaya, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Sistem akuaponik yang diperkenalkan menggabungkan budidaya ikan lele dengan penanaman sayuran dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan. Limbah organik dari kolam dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air sehingga budidaya menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, mahasiswa juga memasang Smart Feeder, perangkat pemberi pakan otomatis yang dapat dijadwalkan sesuai kebutuhan. Sistem ini terintegrasi dengan teknologi IoT sehingga proses pemantauan dapat dilakukan melalui telepon pintar, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengelola budidaya secara lebih modern.

Selain memperkenalkan teknologi budidaya, mahasiswa KKN juga mengajak masyarakat melihat potensi ekonomi dari hasil panen lele. Melalui sosialisasi pengembangan UMKM, warga diberikan pemahaman mengenai proses pengolahan lele menjadi Lumpia Lele, mulai dari pengolahan produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar memiliki daya saing di pasar.

Konsep hilirisasi yang diperkenalkan diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil budidaya sekaligus mendorong tumbuhnya usaha mikro baru di Desa Dungus. Dengan tidak hanya menjual ikan segar, masyarakat memiliki peluang memperoleh pendapatan yang lebih besar melalui produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, di mana mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Ke depan, teknologi akuaponik berbasis IoT dan pengembangan produk Lumpia Lele diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mendukung ketahanan pangan, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *