Komisi XI DPR RI Pastikan Dana PMN Rp 4 Triliun Tepat Sasaran, PELNI Targetkan 3 Kapal Baru Beroperasi 2029

Berita, Ekonomi53 Dilihat

Surabaya – Regenerasi armada menjadi tantangan besar bagi transportasi laut nasional. Di tengah masih beroperasinya sejumlah kapal berusia lebih dari 40 tahun, Komisi XI DPR RI turun langsung meninjau kondisi armada PT PELNI sekaligus memastikan penggunaan Penyertaan Modal Negara (PMN) berjalan sesuai tujuan.

Kunjungan kerja dilakukan di atas KM Kelimutu yang sedang bersandar di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (19/6/2026). Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri.

Agenda tersebut merupakan bagian dari pengawasan penggunaan dana PMN yang telah dikucurkan pemerintah untuk mendukung program pembaruan armada kapal penumpang nasional milik PT PELNI.

Saat berada di atas kapal, rombongan meninjau berbagai fasilitas dan kondisi armada. Salah satu yang menjadi perhatian adalah KM Kelimutu, kapal penumpang buatan Jerman yang telah beroperasi selama 41 tahun namun masih melayani rute pelayaran antarpulau.

Meski usianya telah memasuki empat dekade, Komisi XI DPR RI menilai kondisi kapal masih terawat dan layak beroperasi.

“Karena itu kami ingin memastikan bahwa PMN yang diberikan benar-benar digunakan untuk memperkuat armada dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri.

Hanif menegaskan, DPR akan terus mengawal penggunaan dana negara agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung konektivitas wilayah kepulauan Indonesia.

“Kami tidak hanya melihat kondisi kapal yang ada, tetapi juga memastikan proses regenerasi armada berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan PMN untuk mendukung pembangunan tiga kapal baru PELNI sebagai bagian dari program peremajaan armada nasional.

Sementara itu, Direktur Armada dan Teknik PT PELNI, Kokok Susanto, menjelaskan bahwa pembangunan tiga kapal baru saat ini masih berada pada tahap penyusunan desain.

“Saat ini prosesnya masih desain. Konsultan sudah ditunjuk dan penyusunan desain diperkirakan memerlukan waktu sekitar 17 bulan sebelum masuk tahap pembangunan kapal,” jelas Kokok.

Menurutnya, dukungan PMN yang dicairkan secara bertahap pada 2024 dan 2025 menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mempercepat program regenerasi armada.

“Target kami, tiga kapal baru tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun 2029,” katanya.

PT PELNI saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayani berbagai rute di seluruh Indonesia. Kehadiran kapal-kapal baru diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pelayaran, kenyamanan penumpang, sekaligus memperkuat konektivitas antarpulau di Tanah Air.

Dengan total dukungan PMN mencapai Rp4 triliun, program pembaruan armada ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga keberlanjutan layanan transportasi laut nasional di tengah usia armada yang terus menua. (Kris/tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *