Jelang Musprov PBJI Jatim, Eko Surcahyo: Siapa Punp Pemimpinnya Jujitsu Tak Boleh Kehilangan Arah

Olahraga76 Dilihat

Kepemimpinan boleh berganti, tetapi kepentingan jujitsu Jawa Timur dan Indonesia harus tetap menjadi panglima

SURABAYA — Minggu, 13 September 2026, menjadi momentum penting bagi Pengurus Provinsi (Pengprov) Jujitsu Indonesia (PBJI) Jawa Timur. Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Surabaya tidak hanya menjadi forum untuk menentukan kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum untuk menetapkan arah pembinaan jujitsu Jawa Timur ke depan.

Di tengah dinamika menjelang Musprov, Ketua Pengprov PBJI Jawa Timur Eko Surcahyo memilih tidak menjadikan persoalan kursi ketua sebagai tujuan utama.

Bagi Eko, kepemimpinan hanyalah alat untuk memastikan roda organisasi terus berjalan. Yang jauh lebih penting adalah keberlanjutan pembinaan, prestasi atlet, regenerasi, serta masa depan jujitsu Jawa Timur dan Indonesia.

“Siapa pun yang nantinya memimpin PBJI Jawa Timur harus tetap mengedepankan kepentingan olahraga jujitsu di Jawa Timur dan Indonesia,” tegas Eko.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Musprov tidak semestinya berhenti pada persoalan kontestasi. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk menyatukan kekuatan, merumuskan program, serta memastikan pembinaan atlet berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Eko pun membuka pintu bagi siapa saja yang memiliki niat dan komitmen untuk maju dalam Musprov.

Menurutnya, setiap insan jujitsu memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. Namun, siapa pun yang mendapatkan mandat nantinya harus siap mengemban tanggung jawab besar, bukan sekadar memenangkan kontestasi.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membesarkan jujitsu,” ujarnya.

Sikap tersebut juga menunjukkan bahwa Eko tidak menjadikan jabatan sebagai kepentingan pribadi. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan kembali mengemban amanah sebagai Ketua Pengprov PBJI Jatim apabila masih mendapatkan kepercayaan dari para pemilik suara.

Jika mandat itu kembali diberikan, Eko menyatakan siap melanjutkan pengabdian dan memberikan kemampuan terbaik untuk menjaga keberlangsungan organisasi.

Dengan demikian, Musprov PBJI Jatim 2026 bukan sekadar pertarungan mengenai siapa yang akan duduk di kursi ketua. Lebih jauh, forum tersebut akan menentukan bagaimana organisasi menghadapi berbagai pekerjaan rumah di masa mendatang.

 

Pembinaan atlet harus semakin terukur. Kompetisi perlu diperbanyak dan dikelola secara sehat. Regenerasi harus berjalan. Kapasitas pelatih maupun perangkat pertandingan perlu terus ditingkatkan.

Tidak kalah penting, hubungan antara klub, pengurus daerah, atlet, pelatih, serta pemangku kepentingan olahraga harus dibangun dalam satu ekosistem yang solid.

Jawa Timur memiliki modal besar untuk berkembang. Basis komunitas, potensi atlet muda, tradisi pembinaan, serta pengalaman para pelaku jujitsu merupakan kekuatan yang harus dirawat dan dikembangkan.

Karena itu, dinamika organisasi jangan sampai justru membuat arah pembinaan kehilangan fokus.

Bagi Eko, siapa pun yang terpilih harus mampu merangkul seluruh elemen jujitsu Jawa Timur. Perbedaan pilihan dalam Musprov merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi setelah keputusan ditetapkan, seluruh energi harus kembali diarahkan untuk kepentingan olahraga.

Prinsip tersebut tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di arena pertandingan. Seorang atlet tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan. Ia membutuhkan teknik, disiplin, strategi, keberanian, sekaligus kemampuan membaca momentum.

Hal serupa dibutuhkan dalam kepemimpinan organisasi. Pemimpin PBJI Jatim ke depan harus mampu menjaga soliditas, memperkuat pembinaan, meningkatkan prestasi, sekaligus membawa jujitsu Jawa Timur memiliki daya saing lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.

Eko sendiri memilih tidak mengunci pintu.Ia memberikan kesempatan kepada siapa pun yang ingin maju sepanjang memiliki niat dan komitmen untuk mengabdi kepada jujitsu.

Namun, jika kepercayaan kembali diberikan kepadanya, ia juga menyatakan siap berdiri di garis depan. Sebab, pada akhirnya, kursi ketua bisa berganti. Tetapi perjuangan membesarkan jujitsu Jawa Timur tidak boleh berhenti.

Musprov PBJI Jawa Timur 2026 kini menunggu keputusan para pemilik suara.Dari Surabaya, babak baru jujitsu Jawa Timur akan dimulai.

Dan siapa pun yang mendapatkan mandat, satu pesan harus tetap menjadi kompas: jujitsu Jawa Timur harus lebih kuat, lebih solid, lebih berprestasi, dan tetap menempatkan kepentingan olahraga di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. (Tom)

title="banner 728x90" width="728" height="90"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *