Isi Ramadhan dengan belajar gaya Hidup Ramah Lingkungan

Pendidikan23 Dilihat

Sidoarjo – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan sebagai ajang pembelajaran dan aksi nyata peduli lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Isi Ramadhan dengan Belajar Gaya Hidup Ramah Lingkungan” yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah 3 Ikrom berkolaborasi dengan Ecoton. Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan kader Adiwiyata sekolah untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktik pengelolaan sampah organik bersama warga di RT 5, RW 3, Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Nur Suciati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini dalam rangka sekolah memberikan dampak kepada lingkungan sekitar, melibatkan kader Adiwiyata untuk diajak sosialisasi dan praktik pengelolaan sampah organik di RT 5, RW 3, Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sekaligus mendorong kader Adiwiyata agar benar-benar berdampak di masyarakat,” ujarnya

Sementara itu, Firly Mas’ulatul Jannah, Koordinator Zero Waste Cities Ecoton, mengatakan, bahwa Sampah kita didominasi oleh sampah organik dengan komposisi 40-60%, sisanya residu dan daur ulang. Karena itu, pengelolaan yang tepat harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga harus memaksimalkan pemilahan dan pengolahan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat seperti kompos dan eco enzyme.

“Dengan cara ini, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.

Dalam sesi edukasi, Jofanny Ahmad turut menjelaskan, Tidak hanya sampah organik, tapi sampah plastik ini juga menjadi masalah terutama sampah jenis saset. Maka, pengurangan dan sistem guna ulang adalah jawaban terhadap melubernya sampah plastik di lingkungan.

“Jika kita tidak mengurangi dari sumbernya, maka persoalan sampah akan terus berulang, dan ini akan terus menjadi lingkaran setan yang membuat orang ketergantungan terhadap konsumsi plastik” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Ketua PKK setempat, Sutiani Suwito, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini, bahwa memang penting menyelesaikan sampah itu sejak dari sumber.

“Kegiatan ini sangat positif, apalagi dilakukan di bulan Ramadhan yang menjadi momentum refleksi dan perbaikan diri. Ibu-ibu di lingkungan sini sangat mendukung dan berharap ada kegiatan lanjutan, apalagi pembuatan eco-enzyme ini juga ternyata hasilnya bisa menjadi cairan multiguna yang tentunya sangat digemari ibu-ibu, termasuk sabun pel, sabun cuci tangan, atau pupuk” ungkapnya.

Lebih lanjut Tia menjelaskan, melalui kegiatan ini, Ramadhan juga menjadi momentum penting untuk mendorong kader Adiwiyata tidak hanya menjadi agen perubahan di sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Penting juga mengenali masalah lingkungan.

Karena menumbuhkan nilai kepedulian, tidak hanya kepada sesama, tetapi juga kepada bumi. Yang membuat kami merasa semangat karena keterlibatan anak-anak yang sudah ditanamkan nilai nilai kepedulian lingkungan.

“Saya harap sekolah sekolah lain juga bisa menerapkan model seperti ini, ” Jelasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *