HUT Ke-81 TNI AL, Kasal Pimpin Apel Siaga Hadapi Bencana

Berita279 Dilihat

 

Surabaya – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar apel siaga dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 TNI AL di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya, Kamis (10/9/2026). Apel dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Puncak peringatan HUT ke-81 TNI AL tersebut dikemas secara sederhana dengan menekankan kesiapan dan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, khususnya bencana alam.

Sebanyak tujuh satuan setingkat batalyon dilibatkan dalam apel. Sejumlah kendaraan taktis dan alutsista pasukan khusus TNI AL juga disiagakan, di antaranya kendaraan taktis Kopaska, Sea Rider Taifib, Chamber Satkoppeba, peluncur ganda roket RM-70 milik Korps Marinir, kendaraan tempur BMP-30F, Hardtop Kopaska, serta meriam Howitzer.

 

 

Tiga kapal perang, yakni KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI Brawijaya-320, turut menjadi latar belakang pasukan dalam pelaksanaan apel.

Berbeda dengan peringatan HUT TNI AL pada umumnya, apel kali ini tidak diisi demonstrasi alutsista. Para prajurit mengenakan tenue Pakaian Dinas Lapangan (PDL), yang menjadi simbol kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, penggunaan PDL sengaja dipilih karena apel tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan TNI AL menghadapi bencana.

“Dan ini juga kenapa kita menggunakan tenue PDL, karena kita dalam rangka apel kesiapsiagaan bencana. Bencana alam terjadi di mana-mana dan kita terus mengirimkan unsur-unsur kita, pasukan dan alutsista ke daerah-daerah yang mengalami bencana,” kata Muhammad Ali.

Menurutnya, TNI AL terus mengerahkan personel dan alutsista untuk membantu penanganan bencana di berbagai wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sumatera. Ancaman kebakaran hutan dan lahan juga menjadi salah satu kondisi yang harus diantisipasi.

Kesiapsiagaan tersebut semakin relevan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang dalam dua hari terakhir turut berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

“Dan baru saja kita menyaksikan dalam beberapa… dua hari terakhir ada erupsi Gunung Anak Krakatau yang cukup mengganggu penerbangan terutama ya, penerbangan dari dan menuju Jakarta,” ujarnya.

Selain kesiapsiagaan bencana, rangkaian HUT ke-81 TNI AL juga diisi berbagai kegiatan sosial. Di antaranya aksi Aku Cinta Laut, penanaman mangrove, bersih-bersih pantai, bakti sosial, pembagian sembako, UMKM hasil daur ulang sampah, hingga penyediaan dapur lapangan gratis bagi masyarakat.

TNI AL juga menggelar bakti kesehatan, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembangunan jembatan untuk membantu masyarakat di wilayah yang membutuhkan.

Muhammad Ali mengatakan kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI AL, khususnya untuk membantu masyarakat di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal atau 3T.

“Bakti kesehatan, pembersihan pantai, kemudian pembagian sembako, kemudian juga ada kegiatan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis. Dan pelaksanaan pembangunan jembatan juga, dan banyak lagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosial untuk membantu masyarakat-masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Menurut Muhammad Ali, kegiatan sosial tersebut tidak hanya dipusatkan di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar masyarakat di daerah terpencil.

“Terutama di daerah-daerah terpencil, daerah 3T ya. Kita juga bekerja sama dengan Bank Indonesia mengirimkan uang atau dalam rangka kedaulatan rupiah ke pulau-pulau terluar,” katanya.

Program pengiriman uang ke pulau-pulau terluar tersebut merupakan bagian dari kerja sama TNI AL dengan Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan rupiah. Kegiatan itu telah dilakukan beberapa minggu sebelum puncak peringatan HUT ke-81 TNI AL.

Dalam apel siaga tersebut, Kasal juga memberikan penghargaan berupa Bendera Teladan kepada sejumlah satuan, KRI, batalyon, dan prajurit berprestasi.

Penghargaan antara lain diberikan kepada Lanal Dumai sebagai Lanal Kelas B Teladan, Lanal Tanjung Balai Asahan sebagai Lanal Kelas C Teladan, Lanudal Aru sebagai Lanudal TNI AL Teladan, KRI Kapak-625 sebagai KRI Teladan, serta Batalyon Infanteri 1 Marinir sebagai Batalyon Marinir Teladan.

Penghargaan juga diberikan kepada prajurit berprestasi di bidang operasi, olahraga, perwakilan upacara kenegaraan, serta Tamtama Teladan 2026.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI AL turut diisi ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan pada 7 September 2026, serta pertunjukan teatrikal yang mengangkat tema Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut sebagai cikal bakal TNI Angkatan Laut.

Melalui apel siaga tersebut, TNI AL menegaskan bahwa kesiapan prajurit tidak hanya ditujukan untuk menjaga kedaulatan wilayah laut, tetapi juga memastikan kemampuan personel dan alutsista untuk bergerak cepat membantu masyarakat ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat. @

title="banner 728x90" width="728" height="90"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *