Heboh! Tiga Orang Ngaku Polisi Datangi dan Geledah Rumah Warga Tanah Merah Surabaya

Berita284 Dilihat

Surabaya – lagi dan lagi Dugaan salah sasaran kembali mencuat dan diduga melibatkan oknum anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Seorang warga Tanah Merah, Surabaya, bernama Rizal, mengaku didatangi dan rumahnya digeledah oleh tiga orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian, pada Rabu, (17)12) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Menurut penuturan Rizal, peristiwa tersebut bermula saat sebuah mobil Toyota Innova berwarna kuning emas. Dari dalam mobil, turun tiga pria yang mengaku sebagai anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Salah seorang di antaranya memperkenalkan diri bernama Suryanto dengan ciri-ciri berambut gondrong dan bertubuh tegab.

“Saat saya membuka pintu, tiba-tiba dia mengatakan, ‘Sudah-sudah, kooperatif saja,’ sambil menunjukkan surat tugas dan menanyakan apakah benar saya bernama Rizal,” ujar Rizal saat ditemui.

Rizal mengaku kebingungan karena tidak mengetahui maksud kedatangan para petugas tersebut. Ia kemudian diminta duduk di ruang tamu dan diberi penjelasan bahwa dirinya diduga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor Honda Scoopy yang terjadi beberapa hari sebelumnya di kawasan Kalilom, Surabaya.

“Saya jelaskan bahwa saya tidak terlibat dalam kasus itu dan meminta agar pak RT atau tetangga dihadirkan sebagai saksi. Namun permintaan tersebut ditolak dengan alasan tidak perlu membuat suasana ramai,” katanya.

Meski demikian, dua orang lainnya tetap melakukan penggeledahan ke sejumlah ruangan di dalam rumah, mulai dari kamar tidur hingga kamar mandi. Dari hasil penggeledahan tersebut, tidak ditemukan barang bukti apa pun yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana.

“Setelah tidak menemukan apa-apa, mereka kemudian pergi. Namun sebelumnya sempat memotret KTP saya,” tambah Rizal.

Rizal memastikan tidak mengalami kekerasan fisik dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, ia mengaku mengalami syok psikologis, terlebih kejadian itu disaksikan langsung oleh anaknya.

“Tidak ada kekerasan, tapi saya syok karena kejadian itu dilihat langsung oleh anak saya,” pungkasnya.

Terpisah salah satu warga, sebut saja Kosim mengatakan, bahwa kalau benar polisi, masa tidak tahu mana yang benar atau salah. Jangan-jangan ini polisi ‘golek-golek’ (cari-cari).

Sementara Pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terkait persoalan tersebut belum memberikan penjelasan secara resmi. Jer

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *