Hari Pertama MPLS, 270 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya Jalani Cek Kesehatan Gratis

Nasional, Pendidikan51 Dilihat

 

Surabaya – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya diawali dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sebanyak 270 peserta didik baru dari jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal sebelum menjalani pendidikan berasrama, Jumat (31/07).

Pemeriksaan yang digelar di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Jalan Kedung Cowek, Surabaya, ini bertujuan memastikan kondisi kesehatan setiap siswa sekaligus menjadi data dasar pemantauan selama mereka mengikuti proses belajar dan tinggal di asrama.

Berbagai pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula darah, hemoglobin, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga konsultasi langsung dengan dokter.

Salah seorang siswa kelas XI SMA, Achmad Alaikal Fajri, mengaku hari pertamanya di Sekolah Rakyat menjadi pengalaman yang tidak akan dilupakannya. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru, ia juga harus mulai terbiasa hidup jauh dari keluarga.

“Senang bisa masuk Sekolah Rakyat dan bertemu teman-teman baru. Memang masih kangen keluarga karena baru pertama tinggal di asrama, tapi saya ingin cepat beradaptasi dan belajar dengan baik,” ujar Achmad Alaikal Fajri.

Ia berharap dapat mengikuti seluruh kegiatan MPLS dengan baik agar lebih mengenal lingkungan sekolah sekaligus menjalin pertemanan dengan siswa dari berbagai daerah.

“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Semoga bisa belajar dengan nyaman, punya banyak teman, dan membanggakan orang tua,” tambahnya.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, Prapti Wardani, menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan selama dua hari agar seluruh siswa dapat diperiksa secara menyeluruh sebelum memulai aktivitas belajar.

“Cek kesehatan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi seluruh siswa sebelum mereka menjalani kegiatan belajar dan tinggal di asrama. Pemeriksaan dilakukan selama dua hari agar seluruh peserta didik dapat terlayani dengan baik,” kata Prapti Wardani.

Usai pemeriksaan kesehatan, seluruh peserta didik akan mengikuti rangkaian MPLS yang difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah sekaligus pembentukan karakter.

“Setelah tahapan pemeriksaan selesai, siswa akan mengikuti rangkaian MPLS yang berisi pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pengenalan kehidupan berasrama sehingga mereka lebih siap menjalani proses pendidikan di Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Prapti menambahkan, hasil pemeriksaan kesehatan nantinya akan menjadi data awal sekolah untuk memantau perkembangan kesehatan siswa selama tinggal di asrama.

“Data kesehatan ini penting sebagai dasar pemantauan. Dengan begitu, apabila ada kondisi tertentu pada siswa, sekolah dapat melakukan pendampingan sejak dini,” ujarnya.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya menampung 370 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Dari jumlah tersebut, 270 siswa merupakan peserta didik baru yang mengikuti MPLS tahun ajaran 2026, sedangkan 100 siswa lainnya merupakan angkatan rintisan yang sebelumnya menempati gedung fasilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebelum akhirnya resmi menempati gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Kedung Cowek, Surabaya.

Dengan pemeriksaan kesehatan sebagai tahapan awal, pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat menjalani proses belajar dan kehidupan berasrama dalam kondisi sehat sehingga kegiatan pendidikan dapat berlangsung optimal sejak hari pertama. (Kris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *