SURABAYA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memperkuat kerja sama sekaligus menjajaki sejumlah peluang kolaborasi strategis di wilayah terkait, dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dalam pertemuan antara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong di Sidoarjo, Selasa, Khofifah menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi investasi, termasuk di sektor industri, pariwisata daerah, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Salah satu agenda Yang Mulia Dubes RRT, Wang Lutong, di Jawa Timur adalah untuk melakukan peletakan batu pertama untuk proyek pembangunan pabrik melamin terbesar di dunia yang berada di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Kabupaten Gresik, besok, Rabu (8/4), yang sangat penting bagi perekonomian Jatim,” kata Khofifah.
Menurutnya, kerja sama kedua pihak dalam sektor industri manufaktur merupakan salah satu motor penggerak yang mampu menguatkan perekonomian daerah. Di samping itu, Khofifah turut mendorong perkembangan sektor pariwisata di Jatim seperti kawasan wisata Gunung Bromo, agar dapat lebih dikenal secara global, terutama untuk menarik wisatawan dari Tiongkok.
Dalam sektor pendidikan , Khofifah menyebut Pemerintah RRT mendukung program perguruan tinggi maupun sekolah di Jatim yang mengajarkan bahasa mandarin, guna mempererat hubungan antara Jatim dengan Tiongkok.
Selain itu, menurutnya, kerja sama di bidang pengembangan SDM juga dibahas guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat Jatim, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jatim melalui pendidikan vokasi.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Jawa Timur dan Tiongkok, baik di sektor investasi, pendidikan, dan pariwisata, sehingga memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” kata Khofifah.
Sementara itu, Dubes RRT untuk Indonesia Wang Lutong menjelaskan bahwa investasi maupun peluang investasi Tiongkok di Jawa Timur terus berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan di berbagai sektor di wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa selain kerja sama di sektor perekonomian, kerja sama di bidang pendidikan khususnya dalam penguatan penerapan bahasa mandarin di tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi dinilainya dapat mendukung kelancaran kerja sama ekonomi yang terjalin.
“Kami berharap, kerja sama di berbagai sektor oleh kedua pihak dapat berkembang dengan baik dalam meningkatkan perekonomian hingga SDM keduanya, ” ujarnya. @
















