Green House Hampir Rp1 Miliar di Menganti Gresik Mangkrak, Warga Pertanyakan Nasib Program Ketahanan Pangan

Ekonomi26 Dilihat

GRESIK — Program penguatan ketahanan pangan tingkat desa di Dusun Wringin Kurung Baru, RT 06/RW 04, Kelurahan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menuai sorotan. Dua unit green house yang dibangun menggunakan anggaran tahun 2024 itu kini disebut tidak lagi produktif dan diduga tidak dimanfaatkan sesuai tujuan awal program.

Fasilitas yang dibangun untuk mendukung budidaya tanaman buah tersebut sebelumnya diharapkan mampu menjadi salah satu motor penguatan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, kondisi di lapangan justru memunculkan tanda tanya. Warga menyebut aktivitas budidaya di dalam green house tidak berlangsung secara berkelanjutan.

Salah seorang warga mengatakan, tanaman melon yang sebelumnya dibudidayakan di dalam fasilitas tersebut hanya sempat dipanen satu kali.

“Setahu saya melon yang pernah dipanen pengurus hanya sekali saja,” ungkapnya.

Anggaran Hampir Rp1 Miliar Dipertanyakan

Persoalan semakin menjadi sorotan karena nilai pembangunan dua unit green house tersebut disebut mencapai hampir Rp1 miliar.

Warga mempertanyakan efektivitas program apabila fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar tersebut akhirnya tidak menghasilkan kegiatan produksi yang berkelanjutan.

“Sekarang sudah mangkrak. Ini kan jadi tontonan masyarakat. Anggarannya untuk dua green house hampir Rp1 miliar. Kalau akhirnya tidak dimanfaatkan, apa manfaatnya untuk masyarakat? Alasan perangkat desa penguatan pangan, pangannya yang mana?” tegasnya.

Menurut warga, program ketahanan pangan semestinya tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik. Setelah fasilitas selesai dibangun, diperlukan pengelolaan, perawatan, pendampingan, serta pola produksi yang jelas agar aset tersebut benar-benar memberikan manfaat.

“Bagi masyarakat desa, anggaran Rp1 miliar itu bukan sedikit. Kalau fasilitasnya kemudian tidak produktif dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat, tentu sangat disayangkan,” sesalnya.

Dari Green House Beralih Jadi Lokasi Sampah?

Sorotan warga semakin mengemuka lantaran lokasi green house tersebut kini disebut turut dimanfaatkan sebagai tempat pemilahan dan pembuangan sampah.

“Sekarang di tempat green house dibuat pembuangan dan pemilahan sampah. Ini menjadi tontonan warga. Anggaran besar, tetapi tidak ada sedikit pun manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan lebih luas mengenai keberlanjutan program, khususnya terkait pengelolaan dan pemanfaatan aset yang telah dibangun menggunakan anggaran desa.

Warga meminta pemerintah desa maupun pemerintah daerah memberikan penjelasan secara transparan mengenai nilai anggaran pembangunan, sumber anggaran, mekanisme pengelolaan, pihak yang bertanggung jawab, hasil produksi yang telah dicapai, serta alasan fasilitas tersebut kini tidak lagi produktif.

Mereka juga berharap dilakukan evaluasi agar fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran publik tidak berakhir sebagai bangunan yang terbengkalai.

Dinas Pertanian Gresik: Akan Ditanyakan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, telah dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai keberadaan dua green house tersebut, termasuk nilai anggaran yang disebut mencapai hampir Rp1 miliar serta rencana pemanfaatannya ke depan.

Eko mengatakan pihaknya akan menelusuri informasi tersebut melalui koordinator pengurus yang menangani wilayah Wringin Kurung Jaya.

“Akan saya tanyakan ke koordinator pengurus di wilayah tersebut,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai rincian anggaran pembangunan, pihak pengelola, hasil produksi, serta alasan fasilitas tersebut disebut tidak lagi dimanfaatkan secara produktif.

Penjelasan dari pemerintah desa dan pihak-pihak terkait diperlukan agar persoalan ini dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *