Gerbang Perpisahan, Tempat Air Mata dan Doa Mengantar Jamaah Haji Embarkasi Surabaya

Berita, HAJI 2026240 Dilihat

Surabaya – Pintu gerbang Asrama Haji Embarkasi Surabaya menjadi saksi bisu perpisahan haru antara jamaah calon haji dengan keluarga yang mengantar.

Di tempat inilah tangan-tangan saling menggenggam erat, doa-doa dipanjatkan, dan air mata tak lagi terbendung saat jamaah bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Di lokasi ini pula perjalanan menunaikan rukun Islam kelima dimulai, sekaligus menandai awal perpisahan sementara dengan keluarga tercinta.

Gerbang tersebut menjadi batas antara area karantina jamaah haji dengan dunia luar. Karena keluarga tidak diperkenankan masuk ke dalam asrama, maka momen pertemuan dan perpisahan hanya bisa terjadi di depan gerbang ini. Suasana haru pun tak terelakkan setiap kali rombongan jamaah hendak memasuki area asrama.

Di tempat sederhana inilah pelukan terakhir diberikan, tangan saling berjabat, dan doa-doa dititipkan dengan penuh harapan. Sebagian keluarga tampak tak kuasa menahan air mata, namun tetap berusaha tersenyum dan mengiringi keberangkatan jamaah dengan keyakinan serta keikhlasan.

Salah satu jamaah haji Embarkasi Surabaya, Tohir Anjar Widodo, mengaku telah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menjalankan ibadah haji. Ia juga memohon doa dari keluarga agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

“Perasaan tentu haru karena harus berpisah sementara dengan keluarga, tetapi kami juga sangat bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci,” ujar Tohir.

Ia menambahkan, dukungan keluarga menjadi kekuatan tersendiri bagi dirinya selama menjalankan ibadah haji.

“Kami mohon doa agar selalu diberi kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” imbuhnya.

Sementara itu, keluarga jamaah, Muhammad Khodi, mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru saat mengantar anggota keluarganya berangkat menunaikan ibadah haji. Meski berat berpisah, ia tetap berusaha tegar demi memberikan semangat.

“Tentu sedih harus berpisah, tetapi kami ikhlas melepas karena ini adalah panggilan ibadah,” kata Khodi.

Ia berharap anggota keluarganya dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat.

“Kami hanya bisa mengantar sampai di gerbang ini, semoga beliau menjadi haji yang mabrur dan pulang dengan selamat,” tuturnya.

Meski hanya sebuah gerbang, bagi para jamaah dan keluarga, tempat ini menyimpan kenangan yang tak terlupakan. Sebuah titik perpisahan yang dipenuhi doa, harapan, dan cinta dari orang-orang terdekat yang mengantar menuju perjalanan suci. (Kris/tom) 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *