ECOTON Edukasi Bahaya Mikroplastik dan Dorong Gerakan Guna Ulang untuk Generasi Emas 2045

Gebyar Hari Anak Nasional di Surabaya

Berita94 Dilihat
banner 468x60

Surabaya – Suasana Car Free Day (CFD) di Surabaya, Minggu (10/8), terasa berbeda dengan hadirnya Gebyar Hari Anak Nasional yang digelar Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur. Salah satu yang menarik perhatian adalah partisipasi ECOTON Foundation, yang mengajak lebih dari 500 pengunjung mulai dari anak-anak hingga orang tua memahami bahaya mikroplastik dan pentingnya mengurangi plastik sekali pakai.

Dalam aksi kreatifnya, ECOTON membawa kran plastik raksasa sebagai simbol urgensi “menutup kran” produksi plastik sekali pakai melalui penegakan regulasi. Mereka juga menghadirkan mikroskop agar pengunjung dapat mengamati langsung partikel mikroplastik, sekaligus memperkenalkan layanan refill in sebagai solusi nyata mengurangi plastik sachet, terutama pada produk rumah tangga.

Tak hanya fokus pada isu lingkungan, anak-anak peserta kegiatan juga menyuarakan berbagai pesan kampanye, mulai dari penggunaan botol tumbler guna ulang, penolakan pernikahan dini, anti-bullying, penguatan semangat Bhinneka Tunggal Ika, hingga pelestarian mainan tradisional berbahan alami yang aman bagi kesehatan.

Bahaya Mikroplastik pada Anak

Penelitian ECOTON dan studi internasional mengungkap bahwa bayi dan anak-anak jauh lebih rentan terpapar mikroplastik. Data Environmental Science & Technology (2021) menunjukkan bayi bisa mengonsumsi 10–20 kali lebih banyak mikroplastik per kilogram berat badan dibanding orang dewasa, terutama dari botol susu plastik, kemasan makanan, dan udara di dalam ruangan.

Mikroplastik yang masuk ke tubuh berpotensi membawa bahan kimia berbahaya seperti ftalat dan bisfenol A (BPA) yang dapat mengganggu hormon, menghambat tumbuh kembang, dan menurunkan sistem imun. “Anak-anak seharusnya tumbuh di lingkungan yang aman dan sehat. Mengurangi plastik sekali pakai adalah langkah penting melindungi generasi penerus dari bahaya mikroplastik,” ujar Rafika Aprilianti, peneliti mikroplastik ECOTON.

Menuju Indonesia Emas 2045

Panitia Gebyar Hari Anak Nasional BKKKS Jatim, Pingki, menegaskan kegiatan ini bertujuan memastikan hak-hak anak terpenuhi. “Mulai dari hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga hak berpartisipasi dalam pembangunan — semua ini pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Pesan moral juga datang dari peserta, seperti siswi SMP Santa Maria Surabaya yang berkata, “Aku ingin bumi bersih dari plastik supaya hewan dan manusia bisa hidup sehat.”
Ibu Rinsi dari Yayasan Seribu Cinta turut menambahkan, “Saya baru tahu kalau plastik yang kita pakai sehari-hari bisa jadi mikroplastik berbahaya untuk anak. Edukasi ini sangat penting untuk semua orang tua.”

Ajakan untuk Bertindak

ECOTON mengajak masyarakat, pemerintah, dan industri untuk bersama mengurangi produksi serta konsumsi plastik sekali pakai, memperluas akses refill station, dan memperkuat regulasi pembatasan plastik.
“Generasi anak-anak kita adalah pewaris bumi. Lindungi mereka dari bahaya mikroplastik — mulai dari rumah, mulai dari sekarang,” tegas Rafika.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *