Dibantai Jabar di Laga Pembuka, Banteng Jatim di Ujung Tanduk!

Olahraga91 Dilihat

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung berada dalam tekanan. Namun, peluang tuan rumah untuk lolos ke fase berikutnya belum tertutup.

Banteng Jatim yang berstatus juara bertahan masih memiliki dua pertandingan tersisa untuk menyelamatkan peluang mereka di fase grup. Syaratnya, dua laga tersebut harus mampu dimaksimalkan dengan hasil kemenangan.

Dalam laga melawan Jabar ddi Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, Senin (10/8/2026), Banteng Jatim sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Hendra Setiawan mampu mencetak gol lebih dahulu.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Banteng Jabar berhasil menyamakan kedudukan melalui M. Ramadan Maulana pada menit ke-18.

Pertandingan kemudian berlangsung semakin sengit. Wasit bahkan mengeluarkan dua kartu merah, masing-masing untuk pemain kedua tim. Kondisi tersebut membuat kedua kesebelasan harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Situasi itu turut memengaruhi permainan Banteng Jatim. Koordinasi antarpemain mulai terganggu dan tekanan mental semakin terasa.

Deni mengakui status sebagai tuan rumah pada laga pembuka justru menjadi beban tersendiri bagi para pemain muda. Ekspektasi untuk memberikan hasil positif di hadapan pendukung sendiri membuat permainan Banteng Jatim tidak berkembang maksimal.

“Setelah kartu merah, situasinya juga semakin berat. Anak-anak harus bisa belajar dari pertandingan ini,” katanya.

Banteng Jatim akhirnya harus mengakui keunggulan Jawa Barat dengan skor telak 1-4.

Meski demikian, Deni meminta hasil tersebut tidak membuat tim kehilangan kepercayaan diri. Secara matematis, peluang untuk lolos masih terbuka selama dua pertandingan tersisa dapat dimaksimalkan.

Optimisme untuk bangkit juga disampaikan pelatih Banteng Jatim Hendra Setiawan. Ia mengakui persoalan mental menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar tim, terutama setelah kehilangan satu pemain akibat kartu merah.

“Masalah mental sih, masalah mental yang belum siap untuk anak-anak. Setelah kartu merah tadi anak-anak langsung kacau,” ujar Hendra saat melakukan evaluasi selepas pertandingan.

Hendra tak ingin kekalahan dari Jabar berlarut-larut. Dua laga berikutnya harus menjadi momentum kebangkitan Banteng Jatim.

Targetnya pun sudah dipatok tegas: menyapu bersih dua pertandingan tersisa.

“Untuk pertandingan berikutnya enam poin sapu bersih,” tegas Hendra.

Target enam poin kini menjadi misi wajib Banteng Jatim. Kekalahan di laga pembuka memang membuat jalan menuju fase berikutnya semakin terjal, tetapi belum menutup peluang tuan rumah.

Dua pertandingan tersisa akan menjadi ujian sesungguhnya. Banteng Jatim harus bangkit, memperbaiki mental, dan mengamankan poin penuh jika ingin menjaga asa melaju di Soekarno Cup 2026.

Bagi Banteng Jatim, tak ada lagi ruang untuk kehilangan poin. Enam poin atau tersingkir lebih cepat. (TOM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *