Diancam Balik, Trump Batal Serang Fasilitas Listrik Iran

Berita327 Dilihat

Infogaruda.com: Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda serangan terhadap fasilitas listrik di Iran untuk jangka waktu seminggu. Disinyalis,  pembatalan ini dilakukan setelah Garda Revolusi mengancam balik akan menyerang fasilitas Listrik di seantero Teluk yang mendukung pangkalan AS sebagai balasan.

Presiden AS mengatakan pemerintahannya telah mengadakan “pembicaraan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian permusuhan kami di Timur Tengah secara menyeluruh dan total” dengan Iran selama dua hari terakhir.

“Berdasarkan tenor dan nada percakapan yang mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan terus berlanjut sepanjang minggu ini, saya telah menginstruksikan departemen perang untuk menunda setiap dan semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” katanya dalam huruf kapital semua di halaman Truth Social-nya.

Sebelum pernyataan terbaru trump, Iran mengeluarkan ultimatum terbaru pada Senin berisi ancaman akan menyerang pembangkit listrik Timur Tengah yang menggerakkan pangkalan militer Amerika. Serangan itu akan mereka lakukan jika Presiden AS Donald Trump menjalankan gertakannya akan menyerang fasilitas pembanglit Iran jika selat Hormuz tak dibuaka.

Pernyataan dari Garda Revolusi paramiliter Iran menandai upaya terbaru Teheran untuk mencoba menjelaskan serangannya terhadap negara-negara Teluk Arab. Televisi pemerintah Iran membacakan pernyataan tersebut pada Senin pagi waktu setempat.

“Apa yang kami lakukan adalah mengumumkan keputusan kami bahwa jika pembangkit listrik diserang, Iran akan membalas dengan menargetkan pembangkit listrik milik rezim penjajah (Israel) dan pembangkit listrik negara-negara regional yang memasok listrik ke pangkalan AS, serta infrastruktur ekonomi, industri dan energi yang dimiliki oleh Amerika,” bunyi pernyataan itu.

“Jangan ragu bahwa kami akan melakukan ini.”

Trump memperingatkan pada Ahad pagi bahwa AS akan menargetkan pembangkit listrik Iran dalam waktu 48 jam jika Selat Hormuz tetap ditutup oleh serangan Iran terhadap kapal-kapal pelayaran. iran menutup selat itu sebagai tanggapan atas serangan ilegal AS-Israel sejak 28 Februari lalu yang telah menewaskan lebih dari 1.500 warga Iran termasuk pemimpin tertinggi Ayatullah ali Khamenei.

Setelah Iran mengancam pembangkit listrik di Timur Tengah, outlet berita menerbitkan daftar fasilitas tersebut, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab.

Laporan dari kantor berita semi-resmi Fars, yang dekat dengan Garda Revolusi, tampaknya merupakan ancaman tidak langsung terhadap lokasi-lokasi tersebut, termasuk pabrik desalinasi di Timur Tengah.

Daftar tersebut juga mencakup pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di UEA, yang memiliki empat reaktor di gurun barat negara itu dekat perbatasannya dengan Arab Saudi. Kantor berita pengadilan Mizan juga menerbitkan daftar tersebut.

Ancaman dari Teheran menimbulkan risiko terhadap pasokan listrik dan air di negara-negara Teluk Arab, terutama karena negara-negara gurun pasir menggabungkan pembangkit listrik mereka dengan pabrik desalinasi yang penting untuk memasok air minum.

Batas waktu 48 jam yang diumumkan Trump akan berakhir tepat sebelum tengah malam GMT pada Selasa. Hal ini semakin meningkatkan pertaruhan perang yang sedang berlangsung dengan Iran yang telah mengganggu pasokan energi global, menyebabkan melonjaknya harga gas alam dan bensin. ™

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *