Deklarasi “Ayah Bunda Anak Laki-lakimu Butuh Kamu”, KONI Jatim Siapkan Ruang Aman Bagi Atlet

Olahraga73 Dilihat

 

SURABAYA — Kampanye “Ayah Bunda, Anak Laki-lakimu Butuh Kamu” mendapat dukungan dari berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental anak laki-laki, termasuk kalangan atlet muda di Jawa Timur. Dukungan itu diberikan langsung oleh KONI Jatim melalui deklarasi yang dilakukan oleh tiga pihak, yakni KONI Jatim, FPPI dan RSD Moeljono, Menur, Surabaya.

Direktur RSD Prof. Moeljono, Menur, Surabaya, Vitria Dewi, mengatakan persoalan kesehatan mental pada anak dan remaja menjadi perhatian serius. Berdasarkan data yang dimiliki rumah sakit, persoalan mental lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan, baik pada kelompok anak-anak maupun dewasa.

“Masalah mental itu lebih banyak di laki-laki daripada perempuan. Mau anak-anak, mau dewasa, itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan,” ujar Vitria.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memberikan ruang kepada anak laki-laki untuk menyampaikan perasaan dan persoalan yang mereka hadapi. Selama ini, anak laki-laki kerap mendapat stigma ketika menunjukkan emosi atau mengungkapkan masalah.

“Anak laki-laki kok cengeng, kok banyak omong. Tapi di situlah sebenarnya dia memendam perasaannya yang harusnya ada suara yang kita semua mendengarkan,” katanya.

Vitria menilai perhatian tersebut juga penting diberikan kepada atlet muda. Para atlet bukan hanya menjadi harapan keluarga, tetapi juga membawa nama Jawa Timur hingga Indonesia.

Tekanan terhadap atlet, lanjut dia, dapat berasal dari berbagai sisi. Mulai dari tuntutan keluarga, konflik antara orang tua dan anak, pergaulan, bullying, hingga target prestasi yang terlalu tinggi.

“Bisa saja, mereka ditarget atau menargetkan diri harus menang, ditarget harus medali emas. Padahal, itu justru menjadi beban besar yang ia rasa di luar batas kemampuannya. Tapi dia enggak berani mengungkapkan pada orang tuanya. Itu bisa saja menjadi satu tekanan luar biasa,” jelasnya.

Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Surabaya, Nenny W. Gunarso, mengatakan kampanye tersebut lahir dari diskusi dan pengamatan FPPI terhadap berbagai persoalan yang dialami anak laki-laki.

Menurut Nenny, anak laki-laki juga tidak lepas dari bullying maupun kekerasan. Namun, persoalan tersebut sering kali kurang mendapatkan perhatian karena adanya stigma bahwa laki-laki harus kuat dan tidak boleh menunjukkan kelemahan.

“Anak perempuan dan laki-laki itu sama-sama berhak mendapatkan kasih sayang, sama-sama berhak mendapatkan pelukan hangat. Enggak ada beda di sana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan menahan emosi karena takut dicap cengeng atau lemah justru dapat berdampak destruktif bagi anak.

Karena itu, FPPI Surabaya mendorong orang tua agar lebih terbuka dalam mendengarkan dan memahami kondisi anak laki-laki.

Dukungan terhadap kampanye tersebut juga datang dari Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil. Ia menilai persoalan tekanan mental sangat relevan dengan kehidupan atlet, khususnya atlet muda yang menghadapi tuntutan prestasi dari berbagai pihak.

Menurut Nabil, tekanan dapat muncul dari orang tua, pelatih, keluarga, masyarakat, maupun target pribadi atlet yang terkadang tidak disesuaikan dengan kemampuan.

“Jangan sampai sebelum tanding sudah tegang, sudah nervous, sudah muncul masalah. Potensi kemenangannya juga pasti tereduksi cukup besar,” kata Nabil.

Untuk mendukung kesehatan mental atlet, KONI Jatim berencana menjalin kerja sama dengan RS Prof. Moeljono. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyediakan ruang santai atau ruang cangkrukan bagi atlet untuk melakukan relaksasi dan mengurangi tekanan.

“Kita akan MOU dengan Rumah Sakit Daerah Prof. Moeljono. Segera,” tegasnya.

Nabil menegaskan program tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi atlet laki-laki, tetapi seluruh atlet KONI Jatim.

Ia berharap kolaborasi antara KONI Jatim, FPPI Surabaya, dan RS Prof. Moeljono dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi atlet sehingga mereka mampu menjaga kondisi mental sekaligus mengoptimalkan prestasi. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *