Debut Dramatis Mourinho! Real Madrid Bekuk Espanyol Lewat Gol Pemain Ingusan

Berita, Olahraga467 Dilihat

MADRID — José Mourinho langsung memberikan kemenangan pada laga kompetitif pertamanya setelah kembali menangani Real Madrid. Los Blancos secara dramatis menundukkan Espanyol 2-1 pada pekan perdana LaLiga 2026/2027 di Stadion RCDE, Sabtu (22/8/2026).

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut kembali memimpin Real Madrid dalam pertandingan resmi setelah 13 tahun meninggalkan klub ibu kota Spanyol itu.

Namun, kemenangan Madrid tidak datang dengan mudah. Sempat unggul lewat Jude Bellingham, Los Blancos harus menerima kenyataan setelah Espanyol menyamakan kedudukan. Drama baru pecah pada penghujung pertandingan ketika pemain muda Carlos Espí muncul sebagai penyelamat.

Bellingham Buka Keunggulan Madrid

Real Madrid langsung tampil agresif sejak menit awal. Tekanan yang dibangun anak asuh Mourinho membuahkan hasil ketika Jude Bellingham mencetak gol pada menit kesembilan. Gelandang Timnas Inggris itu memanfaatkan situasi bola mati yang dieksekusi Arda Güler untuk membawa Madrid unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi momen penting bagi Bellingham yang baru mencatat penampilan keduanya setelah memperkuat Inggris hingga meraih posisi ketiga di Piala Dunia 2026 sekitar lima pekan sebelumnya.

Namun, keunggulan Real Madrid tidak bertahan lama. Espanyol berhasil menyamakan kedudukan melalui Cala pada menit ke-30. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Carlos Espí Jadi Penyelamat di Menit 90

Memasuki babak kedua, Mourinho meningkatkan tekanan. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk menjaga intensitas permainan Real Madrid.Keputusan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit-menit akhir.

Carlos Espí, pemain berusia 21 tahun yang baru masuk pada menit ke-80, menjadi pahlawan Los Blancos. Hanya sekitar 10 menit berada di lapangan, Espí langsung mencetak gol kemenangan pada menit ke-90.

Gol tersebut berawal ketika Kylian Mbappé kehilangan bola setelah mendapat tekanan dari pemain Espanyol. Bola kemudian mengarah kepada Espí.Tanpa membuang kesempatan, Espí langsung melepaskan tembakan yang gagal dibendung kiper Marko Dmitrovic. Gol! Real Madrid berbalik unggul 2-1.

Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir dan menjadi awal manis bagi era kedua Mourinho di Santiago Bernabeu.

“Dia sedang menjalani mimpi, tetapi dia tidak bekerja seperti seseorang yang berada di bulan. Dia bekerja keras untuk tim,” ujar Mourinho mengenai Espí.”Gol menentukan segalanya,” lanjutnya.

Espí sebelumnya menjadi salah satu pemain menonjol di LaLiga musim lalu. Real Madrid dilaporkan mengeluarkan dana €25 juta untuk merekrutnya dari Levante.

Gol ke gawang Espanyol juga menjadi gol ke-11 Espí di LaLiga sejak 27 Februari. Catatan tersebut menjadi yang terbanyak dibanding pemain lain di kompetisi tersebut dalam periode yang sama.

Mourinho: Madrid Layak Menang, Espanyol Tak Layak Kalah

Meski puas dengan tiga poin, Mourinho tetap memberikan apresiasi kepada Espanyol. Menurutnya, tuan rumah tampil cukup menyulitkan dan sebenarnya tidak layak menelan kekalahan.

“Saya pikir kami pantas menang. Tetapi Espanyol tidak pantas kalah,” kata Mourinho seusai pertandingan.

Mourinho menilai Real Madrid tampil jauh lebih dominan pada babak kedua. “Di babak kedua kami memiliki kontrol yang bagus, memberikan tekanan, mengambil banyak risiko, dan kami pantas menang,” ujarnya.

Kemenangan tersebut menjadi pembuka ideal bagi Mourinho dalam periode keduanya bersama Real Madrid.

Tiga Debutan Langsung Jadi Starter

Mourinho juga membuat keputusan menarik dengan langsung menurunkan tiga pemain anyar dalam starting XI. Marc Cucurella, Denzel Dumfries, dan Bernardo Silva dipercaya tampil sejak menit pertama.

Catatan tersebut membuat Real Madrid untuk pertama kalinya sejak 2009 menurunkan tiga pemain debutan dalam susunan pemain utama pada laga pembuka LaLiga.

Pada 2009, tiga pemain anyar yang menjadi starter pada laga pembuka adalah Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Karim Benzema. Sementara itu, rekrutan anyar lainnya, Yan Diomande, masuk pada menit ke-64 menggantikan Arda Güler.

Pemain sayap asal Pantai Gading itu menjadi rekrutan termahal Real Madrid pada musim panas ini. Los Blancos disebut membayar RB Leipzig sebesar €125 juta sebagai biaya awal transfer.

Mourinho Ingin Bellingham Lebih Dekat ke Gawang

Selain kemenangan, posisi Bellingham juga menjadi perhatian khusus Mourinho. Pelatih berusia 63 tahun itu ingin Bellingham bermain lebih dekat dengan lini depan agar kemampuan mencetak golnya bisa semakin maksimal.

“Saya memiliki keraguan apakah akan memainkannya sejak awal atau memasukkannya sebagai pemain pengganti. Saya tidak tahu apakah keputusan memainkan dia sejak awal sudah tepat, tetapi secara fisik dan mental dia sangat kuat,” kata Mourinho.

Mourinho menilai Bellingham memiliki kemampuan terbaik ketika beroperasi dekat dengan para penyerang.

“Bagi saya, ini adalah posisinya. Dia menjadi penghubung dengan para penyerang, dia bisa mencetak gol dan harus bermain dekat dengan gawang,” ujarnya.

“Ketika bermain sebagai nomor 6 atau 8, kami kehilangan kedekatannya dengan gawang. Saya menyukai Jude yang seperti ini, dalam kondisi fisik terbaik. Dia bekerja selama 90 menit dengan kualitas,” tegas Mourinho.

Dengan kemenangan dramatis tersebut, Mourinho akhirnya menandai comeback-nya bersama Real Madrid dengan tiga poin. Dan kali ini, bukan nama besar seperti Mbappé atau Bellingham yang menjadi penentu, melainkan seorang pemain muda bernama Carlos Espí yang mencuri panggung di menit terakhir.@

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *