Surabaya — Bus yang mengangkut jamaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur, mengalami kecelakaan saat perjalanan ziarah ke kawasan Jabal Magnet di Madinah, Arab Saudi.
Peristiwa tersebut terjadi ketika rombongan dari Kloter SUB 02 tengah mengikuti kegiatan ziarah yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, lima orang jamaah dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan kaca saat benturan terjadi.
Kecelakaan bermula ketika sebuah kendaraan lain tiba-tiba memotong jalan dari sisi kiri, sehingga sopir bus tidak sempat mengendalikan kendaraan dan terjadi tabrakan. Seluruh jamaah yang berada di dalam bus langsung mendapatkan penanganan medis.
Lima jamaah yang mengalami luka ringan masing-masing adalah D. Abdul Hamid, Soeharto, Inguyuniko, Siti Sugihartini, dan Siti Aisyah. Sebagian korban hanya mengalami luka ringan akibat serpihan kaca dan ditangani di klinik haji setempat.
Sementara itu, dua orang jamaah sempat dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi untuk memastikan tidak ada luka dalam. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi keduanya stabil dan tidak ditemukan cedera serius.
Namun, mereka masih menunggu laporan medis resmi sebelum diperbolehkan kembali ke kloternya.
Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As’adul Anam, menyampaikan rasa syukur karena insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat.
“Kita bersyukur karena tidak ada korban jiwa, bahkan tidak ada luka berat. Hanya luka ringan pada beberapa jemaah dan sebagian besar sudah kembali ke pemondokan masing-masing,” ujar As’adul Anam.
PPIH juga mengingatkan jamaah dan penyelenggara kegiatan ziarah agar lebih berhati-hati, terutama jika melakukan perjalanan di luar agenda resmi. Mengingat waktu pelaksanaan ibadah di Madinah cukup padat, jamaah diminta memprioritaskan kegiatan ibadah utama.
“Kami berharap jika jemaah mengadakan ziarah tambahan, agar lebih berhati-hati dan tidak terlalu jauh. Karena waktu di Madinah relatif singkat dan sebaiknya difokuskan pada ibadah,” tambahnya.
Hingga saat ini, seluruh jamaah dari Embarkasi Surabaya yang terlibat dalam kejadian tersebut dilaporkan dalam kondisi aman dan tetap melanjutkan rangkaian ibadah di Madinah sesuai jadwal. (Kris/tom)










