Bukan Sekadar Ngopi, Relawan Siaga Kota dan Petugas Perkuat Sinergi untuk Warga Surabaya

Berita275 Dilihat

SURABAYA: Di balik setiap laporan darurat yang masuk, terdapat banyak pihak yang bekerja dan bergerak demi keselamatan masyarakat. Tidak hanya petugas resmi dari instansi pemerintah, tetapi juga para relawan yang selama ini turut hadir membantu penanganan berbagai kejadian di Kota Surabaya.

Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan ngopi santai yang digelar Relawan Siaga Kota Surabaya pada Sabtu malam. Berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, kali ini kegiatan dihadiri oleh sejumlah unsur petugas yang sehari-hari bertugas merespons laporan masyarakat, mulai dari BPBD Kota Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan, PMI, Ambulance Ozora Gojek, hingga Ambulance YDSF.

Dalam suasana yang penuh keakraban, relawan dan petugas saling bertukar pengalaman, membahas berbagai tantangan di lapangan, serta menyamakan persepsi mengenai peran masing-masing dalam penanganan kondisi darurat.

Koordinator Siaga Kota Surabaya, Roni Noor Adam, menegaskan bahwa keberadaan relawan harus menjadi bagian dari solusi serta mampu mendukung kinerja petugas di lapangan.

“Relawan hadir bukan untuk menggantikan tugas petugas, melainkan untuk membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Karena itu, pemahaman mengenai batasan peran dan komunikasi yang baik menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

Menurut Roni, komunikasi yang terjalin baik antara relawan dan petugas akan menciptakan koordinasi yang lebih efektif saat menghadapi situasi darurat.

“Ketika komunikasi terbangun dan persepsi sudah sama, maka penanganan di lapangan akan berjalan lebih baik. Tujuan kita satu, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujarnya.

Hal senada disampaikan Tito, Komandan Kompi B BPBD Kota Surabaya. Ia mengajak para relawan untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan dukungan yang maksimal saat dibutuhkan.

“Bangun komunikasi yang baik dengan petugas dan jangan berhenti belajar. Tingkatkan kemampuan melalui berbagai pelatihan agar saat dibutuhkan, relawan dapat hadir dengan keterampilan yang memadai.” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Regu Tim Rescue Damkar Kota Surabaya, Ilham, membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para relawan.

“Kami terbuka untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Teman-teman relawan bisa ikut belajar bersama agar kemampuan yang dimiliki semakin berkembang dan bermanfaat saat terjadi keadaan darurat.”

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran langsung dari para praktisi yang setiap hari terlibat dalam penanganan kejadian darurat. Berbagai pengalaman lapangan dibagikan sebagai bekal bagi relawan untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Driver Ambulance TGC Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Bagoes, menyampaikan bahwa keberadaan relawan sangat membantu, terutama saat petugas harus menangani banyak kejadian secara bersamaan.

“Ketika sumber daya petugas terbagi ke beberapa lokasi kejadian, kehadiran relawan yang terlatih sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan penanganan awal. Namun tentu harus tetap dilakukan sesuai prosedur dan batas kewenangan yang ada.”

Lebih dari sekadar pertemuan santai, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara relawan dan petugas merupakan modal penting dalam membangun sistem respons darurat yang kuat dan efektif.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang selama ini menjadi identitas Relawan Siaga Kota Surabaya, yaitu #BersiagaUntukWarga.   Sebuah komitmen untuk terus hadir, peduli, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dalam berbagai situasi darurat maupun kemanusiaan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sosialisasi layanan darurat kepada masyarakat. Warga diimbau untuk segera menghubungi Call Center 112 atau 110 apabila menemukan kondisi darurat, sehingga laporan dapat diteruskan kepada petugas terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Karena pada akhirnya, keselamatan warga adalah tanggung jawab bersama. Saat relawan dan petugas berjalan berdampingan, maka pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih bermanfaat. (Kris)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *