BHS Gelar 22 Kali Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Dorong Pendidikan Kebangsaan Masuk Sekolah

Politik42 Dilihat

SURABAYA – Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) terus mengintensifkan sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat. Selama menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR RI, BHS tercatat telah menggelar kegiatan sosialisasi tersebut sebanyak 22 kali.

BHS menilai, sosialisasi Empat Pilar MPR RI penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan. Ia juga mendorong agar pendidikan kebangsaan diperluas melalui sekolah dan lingkungan perkampungan, sehingga dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas.

BHS menilai, pendidikan kebangsaan tidak cukup hanya mengandalkan media sosial. Sosialisasi secara langsung melalui pertemuan dengan masyarakat juga diperlukan agar nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut BHS, sekolah dan lingkungan masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, ia mendorong agar sosialisasi nilai-nilai kebangsaan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya pelajar.

“Salah satu caranya adalah di sekolah. Pondasi utama anak-anak kita, generasi muda, adalah sekolah dan perkampungan,” ujar BHS usai acara Sosialiasi Empar Pilar MPR RI di Hotel Elmi, Surabaya, Senin (19/10/2026)

Ia juga mendorong agar sosialisasi cinta Tanah Air dan Empat Pilar MPR RI diperluas ke berbagai wilayah, termasuk Surabaya, Sidoarjo, dan daerah lain di Jawa Timur. Tokoh masyarakat diharapkan ikut berperan menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda di lingkungan masing-masing.

BHS menilai, perkembangan teknologi digital memang memberikan kemudahan dalam menyebarkan informasi. Namun, efektivitas penyampaian materi kebangsaan melalui media sosial memiliki keterbatasan, antara lain karena mekanisme algoritma dan jangkauan akun yang menyampaikan informasi tersebut.

Karena itu, pendekatan langsung melalui sekolah dan komunitas masyarakat dinilai dapat menjadi salah satu upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan Kebangsaan Perlu Diimbangi Pertemuan Langsung

Sementara itu, Dr. Darsono dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menilai sosialisasi Empat Pilar MPR RI tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.

Menurut Darsono, era Revolusi Industri 4.0 hingga perkembangan masyarakat 5.0 menghadirkan tantangan tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di satu sisi, teknologi digital memudahkan masyarakat dari Sabang sampai Merauke untuk saling terhubung. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan persoalan yang perlu diantisipasi melalui penguatan pemahaman kebangsaan.

Oleh karena itu, sosialisasi secara tatap muka yang memungkinkan masyarakat menerima materi, berdiskusi, dan menyampaikan pertanyaan dinilai tetap penting.

“Teknologi digital itu membantu kita untuk memperkenalkan kita dari Sabang sampai Merauke. Memang iya, tetapi persoalan-persoalan yang dihadirkan juga tidak kalah penting,” kata Dr. Darsono.

Ia mengapresiasi konsistensi BHS dalam menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman.

Darsono juga menyoroti pentingnya pendekatan langsung kepada generasi muda yang sehari-hari akrab dengan telepon pintar dan berbagai platform digital.

Melalui pertemuan langsung, peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami materi secara lebih mendalam melalui dialog.

Empat Pilar MPR RI sebagai Fondasi Kehidupan Berbangsa

Empat Pilar MPR RI yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Keempatnya menjadi materi penting dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai dasar negara, konstitusi, bentuk negara, serta prinsip persatuan dalam keberagaman.

Dalam pemaparannya, BHS menekankan pentingnya pemahaman terhadap aturan dan nilai-nilai yang menjadi landasan kehidupan bernegara. Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan kehidupan bermasyarakat dan bernegara secara tertib.

BHS juga menjelaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan bagian dari tugas anggota DPR RI yang sekaligus menjadi anggota MPR RI.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertemuan dengan masyarakat, tetapi dapat dikembangkan melalui pendidikan di sekolah dan keterlibatan tokoh masyarakat di tingkat perkampungan.

 

Dengan demikian, penanaman nilai-nilai kebangsaan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjangkau generasi muda secara lebih luas.

“Penguatan pendidikan kebangsaan melalui sekolah, perkampungan, dan pertemuan langsung dengan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah bersama untuk menjaga persatuan serta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air di tengah perkembangan teknologi digital, ” tandasnya.  (Tom)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *