Baso Juherman Kembali Pimpin Muaythai Jatim 2026-2031, Siapkan Langkah Besar Menuju PON 2028

Olahraga175 Dilihat

 

SURABAYA – Baso Juherman kembali mendapat kepercayaan memimpin Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Jawa Timur untuk periode 2026-2031. Dia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Muaythai Jatim setelah memperoleh dukungan dari 34 pengurus kabupaten dan kota.

Terpilihnya kembali Baso menjadi modal untuk melanjutkan program pembinaan sekaligus mempertahankan prestasi Muaythai Jawa Timur di tingkat nasional. Tantangan terbesar kepengurusan baru adalah mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.

Baso mengatakan, kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus daerah menjadi tanggung jawab besar untuk membawa Muaythai Jatim semakin berprestasi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang telah memberikan dukungan sehingga saya kembali mendapatkan amanah sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jawa Timur periode 2026-2031. Sebanyak 34 pengurus kabupaten dan kota memberikan dukungan secara aklamasi,” ungkap Baso.

Dia menegaskan, kepengurusan mendatang akan diarahkan pada penguatan pembinaan atlet dan peningkatan kualitas kompetisi. Salah satu program yang disiapkan adalah menjaga intensitas pertandingan agar atlet memiliki pengalaman dan jam terbang yang cukup.

Saat ini, atlet Muaythai Jatim hampir setiap bulan mengikuti berbagai kejuaraan. Selain itu, Liga Muaythai juga rutin diselenggarakan setiap tiga bulan.

Menurut Baso, kompetisi berkelanjutan tersebut mulai memperlihatkan hasil dengan semakin banyaknya atlet potensial yang bermunculan.

“Target kita tentu kembali menjadi juara umum pada PON 2028 mendatang. Kondisi ini membuat semakin banyak atlet potensial bermunculan,” katanya.

Untuk mendapatkan komposisi atlet terbaik, Baso juga akan menerapkan sistem promosi dan degradasi dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda). Evaluasi dilakukan berdasarkan perkembangan prestasi dan kedisiplinan atlet.

Atlet yang tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan berpeluang digantikan oleh atlet lain yang dinilai lebih potensial.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil berharap kepengurusan baru segera menyusun peta jalan persiapan menuju PON 2028. Menurut dia, proses penjaringan atlet harus dimulai melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Untuk Muaythai, saya sudah menyampaikan kepada teman-teman agar menyukseskan Porprov terlebih dahulu sebagai bagian dari seleksi dan rekrutmen atlet. Setelah itu, mereka harus mulai memikirkan bagaimana mendesain persiapan menuju PON 2028,” ujar Nabil saat menghadiri Musprov di Gedung Suhartatik KONI Jatim, Minggu (1/11/2026).

Nabil juga mendorong Muaythai Jatim meningkatkan perolehan medali emas. Pada PON sebelumnya, cabang olahraga ini berhasil meraih enam medali emas.

Dia berharap peluang penambahan nomor pertandingan pada PON 2028 bisa dimanfaatkan untuk memperbesar peluang Jatim mempertahankan gelar juara umum.

Selain pembinaan atlet senior, Nabil dan Baso juga menaruh perhatian terhadap regenerasi. Masuknya Muaythai sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 diharapkan menjadi pintu masuk untuk menjaring atlet muda.

Baso mengapresiasi dukungan Dispora Jatim dan Gubernur Jawa Timur yang telah memberikan kesempatan kepada Muaythai tampil dalam ajang olahraga pelajar tersebut.

“Kami yakin bibit-bibit atlet akan semakin banyak. Mereka tentu bisa mencontoh para seniornya yang berhasil menjadi juara PON maupun SEA Games. Prestasi tersebut diharapkan memacu semangat pelajar yang berlatih Muaythai di Jawa Timur untuk meraih pencapaian lebih baik,” pungkasnya.@

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *