SURABAYA – Gebrakan besar dilakukan Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Surabaya. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ferlix Prasetya, Pertina Surabaya sukses menggelar Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang diikuti ratusan petinju terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Kejuaraan yang berlangsung di Gelora Pancasila, Jalan Indragiri, Surabaya, pada 26–28 Juni 2026 tersebut menjadi ajang bergengsi dengan menghadirkan 216 petinju dari berbagai provinsi, termasuk atlet Pelatnas yang dipersiapkan menghadapi SEA Games.
Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya, menyebut antusiasme peserta menjadi bukti bahwa ajang ini mendapat respons positif dari komunitas tinju nasional.
“Animo dari berbagai daerah sangat luar biasa untuk mengikuti kejuaraan ini. Ada petinju dari Jawa Barat, Jakarta, NTT, NTB, Sulawesi dan provinsi lainnya. Mereka datang membawa nama sasana masing-masing, termasuk beberapa atlet yang tergabung dalam Pelatnas SEA Games,” ujar Ferlix.
Daya tarik utama kejuaraan ini adalah tampilnya sejumlah petinju nasional, di antaranya Dio Koebanu asal Nusa Tenggara Timur dan Alfianita Manopo yang kini memperkuat Dirgantara TNI AU. Keduanya merupakan atlet yang pernah memperkuat kontingen Indonesia di ajang SEA Games.

Menurut Ferlix, kehadiran para petinju nasional menjadi momentum penting bagi atlet Surabaya untuk mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Dalam kejuaraan tersebut, Surabaya menurunkan 24 petinju terbaiknya.
“Surabaya pernah menjadi gudangnya petinju nasional. Kami ingin mengembalikan kejayaan itu. Target kami tujuh medali di Porprov setelah sebelumnya hanya meraih satu emas. Memang bukan pekerjaan mudah, tetapi kami optimistis,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Heri Purwadi. Ia menilai keberhasilan Pertina Surabaya menggelar kejuaraan tingkat nasional menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga tinju di Kota Pahlawan.
“Meski kepengurusan Pertina Surabaya baru terbentuk, mereka sudah mampu menggelar kejuaraan level nasional. Ini patut diapresiasi. Mudah-mudahan ke depan semakin baik, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi,” katanya.
Sementara Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, juga memberikan apresiasi atas langkah Pertina Surabaya. Ia berharap cabang olahraga tinju mampu menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen Surabaya saat Porprov Jatim 2027, terlebih Surabaya akan bertindak sebagai tuan rumah.
“Kejuaraan ini menunjukkan keseriusan Pertina Surabaya dengan kepengurusan barunya. Dengan banyaknya kelas yang dipertandingkan, saya optimistis tinju bisa menyumbangkan 7 hingga 10 medali emas untuk Surabaya,” tandas Arderio.
Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Surabaya ini sekaligus menjadi tonggak kebangkitan tinju Surabaya untuk kembali melahirkan petinju-petinju berprestasi di tingkat nasional. TOM










