Pengurus KONI Jatim 2025-2029 Resmi Dilantik, Khofifah Beri Inspirasi dari Kampung Ronaldo

Berita, Olahraga13 Dilihat

SURABAYA: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman resmi melantik kKatoaepengurusan KONI Jawa Timur periode 2025–2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Dalam sambutannya, Marciano mengapresiasi kontribusi besar Jawa Timur terhadap prestasi Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Berdasarkan data, atlet Jawa Timur menyumbang 34 medali emas, 35 perak, dan 35 perunggu bagi kontingen Merah Putih.

Meski demikian, ia menilai dominasi atlet Jatim di level internasional harus menjadi bahan evaluasi, terutama karena prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) masih belum maksimal.

“Saya rasa dengan dominasi atlet Jatim pada Timnas harus jadi bahan evaluasi. Kalau di Timnas bisa jadi yang terbaik mengapa pada PON tidak bisa jadi yang terbaik,” ujar Marciano.

Ia optimistis prestasi Jawa Timur dapat meningkat karena memiliki sumber daya manusia yang kuat serta dukungan sport science. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada penyusunan dan eksekusi program pembinaan yang tepat sasaran.

Marciano juga mengingatkan pentingnya soliditas dan kolaborasi seluruh pihak dalam membangun prestasi olahraga daerah.

“KONI tidak akan mampu melaksanakan tugasnya sendiri. Oleh karenanya seluruh pemangku kepentingan saya harapkan dukungan penuh kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak agar menghasilkan prestasi terbaik untuk Jawa Timur,” tegasnya.

Pesan Gubernur Khofifah 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kepengurusan baru KONI Jatim memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga daerah sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi agenda besar nasional maupun internasional, termasuk PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Ia memastikan dukungan penuh Forkopimda dalam proses pembinaan atlet, terutama untuk memperkuat cabang olahraga yang sebelumnya kehilangan medali.

“Tentu kita support karena pengembangan di area-area tertentu akan menjadi kekuatan Jawa Timur,” kata Khofifah.

Khofifah juga mendorong penerapan sport science dalam pembinaan agar program latihan lebih terukur dan efektif. Selain aspek teknis, ia menekankan pentingnya membangun budaya olahraga sejak dini.

“Saya pernah ke Porto Alegre, kota kelahiran Ronaldo, dan di sana nenek-nenek pun main bola. Bola menjadi industri dan kultur. Ini bisa menjadi momentum membangun semangat olahraga generasi penerus,” ungkapnya.

Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menegaskan pentingnya sinergi antara KONI pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah pusat dan daerah dalam membangun prestasi olahraga.

Ia menyatakan KONI Jatim siap bekerja sama penuh dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai tanggung jawab moral membawa nama baik daerah melalui prestasi olahraga.

“KONI Jatim harus selalu bersinergi. Kita punya tanggung jawab moral membawa nama baik Jawa Timur melalui olahraga, apalagi pada SEA Games Jatim menjadi penyumbang emas terbanyak,” ujarnya. @

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *