26 Daerah Terjunkan Atlet Terbaik di Panjat Tebing Popda Jatim XV, Dispora Jaring Bibit POPNAS 2027

Olahraga53 Dilihat

Surabaya, Sebanyak 92 atlet panjat tebing dari 26 kabupaten/kota di Jawa Timur bersaing dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jatim 2026 yang digelar di arena panjat tebing Jatim Seger di Surabaya, 1-5 November 2026.

Tidak sekadar memperebutkan medali, kompetisi ini juga menjadi ajang penjaringan atlet muda potensial untuk memperkuat regenerasi panjat tebing Jawa Timur.

Dari total 92 peserta, sebanyak 38 atlet merupakan putri dan 54 lainnya putra. Mereka berasal dari 26 kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam persaingan di sejumlah nomor, yakni lead, boulder, dan speed.

Pengurus FPTI Jatim, Danu Iswara, mengatakan Popda memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan atlet di daerah. Selain memberikan kesempatan kepada atlet pelajar untuk berkompetisi, ajang ini menjadi sarana bagi FPTI untuk melihat potensi atlet muda yang dapat diproyeksikan ke jenjang lebih tinggi.

“Secara talent scouting, pembinaan teman-teman di daerah sangat terbantu. Selain Porprov, ajang ini sangat membantu kami dalam melihat potensi anak-anak usia muda di kategori lead, boulder, maupun speed,” ujar Danu, Minggu (1/11).

Menurut Danu, atlet-atlet yang menunjukkan potensi selama Popda akan terus dipantau perkembangannya. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun depan.

Ia juga meminta pengurus FPTI kabupaten/kota tidak berhenti melakukan pembinaan terhadap atlet yang berhasil meraih medali. Para atlet diharapkan terus mendapatkan kesempatan bertanding melalui kejuaraan kelompok umur maupun open tournament yang rutin digelar di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Dispora Jatim, M. Hadi Wawan Guntoro, menyebut panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga andalan Jawa Timur dalam mendulang medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Karena itu, pembinaan atlet sejak usia pelajar harus terus diperkuat. Menurutnya, Popda menjadi ajang penting untuk mengukur sekaligus mengevaluasi keberhasilan pembinaan olahraga yang selama ini dilakukan di daerah.

“Kita optimistis dan berharap ajang Popda ini sebagai ajang tertinggi untuk pelajar, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi hasil pembinaan kita selama ini dari usia dini,” kata Hadi Wawan.

Ia berharap tingginya antusiasme pelajar terhadap panjat tebing dapat melahirkan regenerasi atlet berkualitas. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan atlet lapis pertama, tetapi juga menyiapkan kekuatan lapis kedua dan ketiga.

Hasil pembinaan melalui Popda ini nantinya diharapkan menjadi modal bagi Jawa Timur menghadapi sejumlah agenda olahraga mendatang, mulai Popnas, Porprov Jatim 2027, hingga PON 2028.

“Kita berharap dari sini kelihatan antusiasme dan minat anak-anak, sehingga kita bisa melahirkan regenerasi juara mulai dari lapis dua hingga lapis tiga. Untuk event apa pun kita siap, termasuk Popnas, uji coba Porprov tahun depan, dan PON 2028,” pungkasnya. (Tom)

 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *