Terekam CCTV, Ponsel Penjual Ayam Geprek Digondol Maling di Stasiun Gubeng Lama

Berita, Hukum241 Dilihat

 

Surabaya – Aksi pencurian telepon genggam milik seorang penjual ayam geprek di Stasiun Gubeng sisi lama, Surabaya, viral di media sosial. Kejadian yang berlangsung pada 24 Februari 2026 itu terekam jelas kamera pengawas (CCTV) di area zona tiga stasiun.

Peristiwa tersebut terjadi di zona tiga, yakni area publik sebelum proses boarding yang masih dapat diakses masyarakat umum tanpa pemeriksaan tiket. Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang pria mondar-mandir di sekitar lapak sebelum diduga mengambil ponsel saat korban lengah.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyayangkan peristiwa yang menimpa salah satu tenan di lingkungan stasiun.

“Kami membenarkan kejadian tersebut dan sangat menyesalkan insiden yang menimpa salah satu tenan di area stasiun. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan pengamanan,” ujar Mahendro.

Meski demikian, pihaknya menyebut korban memilih tidak melaporkan kejadian itu ke kepolisian. PT KAI tetap menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi untuk memperkuat sistem keamanan, baik bagi pengguna jasa kereta api maupun pelaku usaha di lingkungan stasiun.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung dan pelaku usaha agar lebih waspada, terutama di area publik yang memiliki akses terbuka,” tambahnya.

Korban Sempat Curiga, Namun Tak Menyangka

Korban, Tiffany Bella, yang sehari-hari berjualan ayam geprek di area tersebut, mengaku sempat melihat seorang pria mondar-mandir di sekitar lapaknya. Namun saat itu ia tidak menaruh curiga.

“Saya sempat lihat ada pria mondar-mandir di sekitar tempat jualan, tapi tidak menyangka akan terjadi pencurian. Tidak lama kemudian, HP yang biasa saya pakai untuk operasional sudah hilang,” ungkap Tiffany.

Setelah melapor ke petugas, rekaman CCTV diperiksa dan memperlihatkan sosok pria yang diduga mengambil ponsel saat korban lengah. Tiffany pun mengapresiasi respons cepat petugas keamanan stasiun yang langsung menindaklanjuti laporannya.

“Saya berterima kasih kepada petugas keamanan yang langsung membantu mengecek CCTV dan merespons laporan saya dengan cepat,” tuturnya.

Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT KAI memastikan akan memperkuat pengamanan mulai 11 Maret dengan melibatkan unsur kepolisian dan TNI. Langkah ini diambil mengingat lonjakan jumlah penumpang yang diprediksi meningkat signifikan. PT KAI kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menjaga barang berharga saat beraktivitas di area publik stasiun, terutama di titik-titik dengan akses terbuka. (Kris)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *