SURABAYA: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya melakukan silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya dalam momentum Idul Fitri, sekaligus berdiskusi mengenai pembangunan peradaban sebagai fondasi kemajuan kota.
Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempererat hubungan antara unsur umarah dan ulama, sekaligus mendapatkan arahan dalam menjalankan peran politik dan pembangunan.
“Silaturahmi ini merupakan anugerah bagi kami. Tidak hanya sebagai kegiatan rutin, tetapi juga menjadi sarana untuk mendapatkan wejangan dan masukan agar fungsi kami sebagai pejuang politik dan anggota legislatif bisa semakin optimal dalam pembangunan Kota Surabaya,” ujarnya di Surabaya, Kamis, (2/4).
Menurut Cahyo, sinergi antara ulama dan umarah menjadi kunci dalam menciptakan keberkahan dan kemajuan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menilai kebersamaan tersebut mampu memperkuat persatuan serta menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan kota.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik seperti infrastruktur, melainkan juga harus menyentuh pembangunan peradaban masyarakat.
“Membangun kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Perlu perhatian terhadap pembangunan peradaban, karena itu yang akan menjaga kota tetap maju, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam pembangunan peradaban, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan sosial di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, DPC Gerindra Surabaya juga menyatakan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan PCNU Kota Surabaya dalam mendukung program-program strategis yang berpihak kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen bersama jajaran DPRD Kota Surabaya untuk terus bersinergi dengan PCNU dan warga Nahdliyin agar setiap program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Cahyo.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pembangunan di Kota Surabaya tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas peradaban masyarakat secara menyeluruh. (tom)











