SURABAYA: Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur, tak mau main-main dalam memilih calon pelatih Puslatda Jatim proyeksi PON 2028 di NTB-NTT. Buktinya, Kodrat Jatim lebih dulu mengelar seleksi internal sebelum dilakukan fit and proper test oleh KONI Jatim.
Ketua Harian Kodrat Jatim, Erwin H. Poedjono, mengatakan, Seleksi internal calon pelatih Puslatda PON 2028, dilakukan Pengprov Kodrat Jatim di Hotel Sahid Surabaya, pada Senin 28 Juli 2025. Total ada lima calon pelatih yang mengikuti seleksi dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kami membuka undangan seleksi calon pelatih Puslatda Jatim proyeksi PON 2028 secara terbuka ke semua pelatih di daerah. Salah satu tujuannya, agar pelatih yang akan kita kirim untuk mengikuti tes di KONI Jatim, benar-benar sudah siap dan menjadi pilihan terbaik,” ujarnya.
Sementara, M.Muksin, Ketua Seleksi Calon Pelatih Tarung Derajat Jatim proyeksi PON 2028 menjelaskan, dalam seleksi internal tersebut, ada lima pelatih yang berani mengajukan diri dan sudah siap dengan program-programnya.
Kelima pelatih itu diantaranya Khairul Hidayat, Pelatih dari Kota Malang yang menjadi juara umum di Porprov Jatim 2025. Kemudian Tessar FW. Ramdani, salah satu pelatih muda berbakat dari Kota Kediri. Tessar yang juga menjabat Binpres KONI Kota Kediri itu menunjukkan konsistensi dengan membawa tarung derajat berada di peringkat ketiga.
Selain itu juga ada nama Bima Putra Pamungkas, pelatih yang ikut andil membawa sukses tarung derajat Jatim di PON 2024 Aceh. Ditambah satu lagi pelatih dari Sidoarjo, Maki Mubarok yang juga menangani tim PON Jatim 2024.
“Kelimanya kami berikan waktu untuk memaparkan program. Total dari paparan hingga sesi tanya jawab, memakan waktu selama tujuh jam, ” ujar Muksin.
Dari kelima calon pelatih ini, akhirnya Pengprov Kodrat Jatim mengirim tiga nama ke KONI Jatim untuk mengikuti fit and proper test di Unesa, pada 29–31 Juli 2025. Ketiga calon pelatih itu adalah Bima Putra Pamungkas, Maki Mubarok dan Taesar.
“Salah satu pelatih, yaitu Dayat mengundurkan diri karena kesibukan. Kami menghormati keputusannya, ia sudah datang ikut seleksi dengan membawa program. Mungkin nanti, programnya juga bisa diadopsi oleh pelatih terpilih, ” tandasnya. (tom)