Surabaya – Warga di Jalan Tanah Merah Gang 3, RT 28 RW 4, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, mengeluhkan proyek penggalian saluran yang diduga milik PDAM. Pasalnya, pekerjaan tersebut tak kunjung selesai dan menyebabkan air bercampur lumpur meluap ke jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga mengaku hampir terpeleset karena kondisi jalan yang licin. “Kalau tidak hati-hati bisa jatuh, apalagi sekarang musim hujan. Lumpur dan air menggenang di jalan,” ujar salah satu warga, Selasa (18/11/2025). Warga juga menyoroti minimnya pengamanan lokasi karena tidak ada police line, hanya pipa yang diletakkan melingkar sebagai tanda.
Saat dikonfirmasi, pengawas lapangan bernama Pak Jalil membenarkan adanya keluhan warga soal kondisi jalan. Namun ketika ditanya mengenai kedalaman galian maupun surat tugas resmi dari PDAM, ia tidak dapat memberikan penjelasan maupun menunjukkan dokumen tersebut.
Bahkan, ketika awak media meminta nomor Direktur PDAM untuk memastikan legalitas proyek, pihak pelaksana menolak memberikan dengan alasan “prosedur”.
Situasi ini memunculkan pertanyaan warga mengenai kejelasan dan transparansi proyek galian tersebut. Mereka berharap PDAM ataupun pihak terkait segera turun tangan agar dampak lumpur tidak menimbulkan kecelakaan maupun keresahan, terlebih di tengah musim hujan. Jer











