Surabaya – Wangi rempah khas Timur Tengah kini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Surabaya saat waktu berbuka puasa. Kuliner khas Afghanistan dan Pakistan ramai diburu, terutama di kawasan Kampung Arab, Jalan KH Mas Mansyur, Surabaya, selama bulan suci Ramadhan.
Beragam hidangan bercita rasa kuat dan gurih tersaji, mulai dari nasi kebuli pulau, nasi briyani, hingga ayam bakar berbumbu khas Afghanistan. Menu-menu tersebut menghadirkan sensasi hangat dan kaya rempah yang menggugah selera saat azan Maghrib berkumandang.
Kuliner Timur Tengah selama ini identik dengan nasi kebuli, roti maryam, dan olahan daging kambing. Namun, kekayaan hidangan dari kawasan ini ternyata jauh lebih beragam, terutama saat Ramadhan. Salah satunya bisa ditemukan di sebuah restoran yang menyajikan perpaduan cita rasa Afghanistan dan Pakistan.
Di restoran tersebut, pengunjung dapat menikmati nasi kebuli pulau khas Afghanistan yang diolah menggunakan susu kambing dan minyak samin. Hidangan ini dipadukan dengan daging kambing empuk, kurma, serta kismis, dengan aroma kuat dari rempah-rempah seperti cengkeh, jintan, kayu manis, dan ketumbar.
Sementara itu, nasi briyani memiliki karakter berbeda. Nasinya diolah secara terpisah, berwarna kuning, dan disajikan dengan wortel serta pilihan daging kambing atau ayam. Aroma rempahnya meresap hingga ke setiap butir nasi, menciptakan cita rasa yang khas dan kaya.
Kenikmatan menu-menu tersebut membuat restoran ini ramai dikunjungi pelanggan dari berbagai daerah. Ani Dwi Astuti dan Suheri, warga Sidoarjo, mengaku rela menempuh perjalanan cukup jauh demi menikmati buka puasa dengan hidangan khas Afghanistan dan Pakistan.
“Rasanya beda, rempahnya terasa dan aromanya kuat. Cocok sekali untuk buka puasa,” ujar Ani Dwi Astuti.
Hal senada disampaikan Suheri. Menurutnya, cita rasa gurih dan porsi yang mengenyangkan menjadi alasan utama ia kembali datang. “Sekali coba, jadi pengin lagi. Apalagi suasananya pas Ramadhan,” katanya.

Chef sekaligus pengelola restoran, Sajit Khan, menjelaskan bahwa seluruh hidangan yang disajikan merupakan perpaduan autentik kuliner Afghanistan dan Pakistan. Ia menyebut, pada hari biasa restoran ini mampu menghabiskan sekitar 650 hingga 700 porsi per hari.
“Selama bulan Ramadhan, jumlah pengunjung meningkat signifikan. Kami bisa menyiapkan sekitar 800 sampai 900 porsi setiap harinya,” ungkap Sajit Khan.
Selain nasi kebuli dan briyani, restoran ini juga menawarkan menu chicken boti atau sate ayam panggang berbumbu khas Afghanistan. Untuk harga, nasi kebuli atau briyani dengan topping ayam maupun kambing dibanderol mulai Rp35 ribu per porsi kecil, sementara porsi loyang besar mencapai Rp240 ribu. Adapun kebab daging kambing gulung dijual seharga Rp55 ribu per porsi.
Tak hanya memanjakan lidah, suasana Ramadhan yang khidmat berpadu dengan kekayaan rempah dan warisan budaya Timur Tengah membuat pengalaman berbuka puasa di tempat ini terasa semakin istimewa. (Kris)











