Tanpa pesaing, delapan Pengurus Provinsi (Pengprov) yang hadir bulat memberikan dukungan penuh kepada Totok untuk menakhodai PORBIKAWA periode 2026–2030. Kemenangan mutlak ini menjadi sinyal kuat kepercayaan besar terhadap sosok yang dikenal berpengalaman dan berpengaruh di dunia karate nasional.
Nama Totok Lusida memang bukan figur sembarangan. Di Jawa Timur, ia dikenal luas sebagai mantan Ketua FORKI Jatim dua periode yang sukses mengangkat prestasi karate daerah. Tak hanya itu, kiprahnya di tingkat nasional sebagai mantan Ketua REI Pusat dan saat ini menjabat staf ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) (semakin mempertegas kapasitas kepemimpinannya.
Kecintaannya terhadap karate pun tak diragukan. Selama ini, Totok dikenal aktif mendukung pembinaan atlet dan pengembangan organisasi, menjadikannya figur sentral dalam regenerasi karateka berprestasi.
“Terima kasih atas kepercayaannya. Saya mau menerima amanah ini, karena bagi saya ini tantangan. Saat ini Porbikawa baru ada delapan, ke depan targetnya bis menjadi 20 daerah, ” ujarnya.

Dari sisi prestasi, Totok juga akan mengirim atlet Porbikawa mengikuti setiap kejuaraan yang digelar FORKI sebagai induk organisasi karate.
“Kita akan ikuti semua kejuaraan di FORKI. Sementara untuk atlet Porbikawa full contact juga akan kita gelar kejuaran tingkat daerah maupun nasional, ” tandasnya.
Visi Besar: PORBIKAWA Mendunia
Sebagai Ketua Terpilih, Totok mengusung visi ambisius: Menjadikan PORBIKAWA sebagai organisasi karate yang profesional, berprestasi, berintegritas, berlandaskan nilai Budo, serta mampu melahirkan atlet, pelatih, dan insan karate unggul di level nasional hingga internasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Totok menyiapkan langkah besar melalui tujuh misi utama:
-
Reformasi organisasi: Membangun tata kelola yang transparan, profesional, dan berkelanjutan dari pusat hingga daerah.
-
Peningkatan kualitas SDM: Memperkuat pembinaan atlet, pelatih, wasit, dan juri secara menyeluruh—teknik, fisik, hingga mental.
-
Penguatan karakter Budo: Menanamkan disiplin, etika, sportivitas, dan tanggung jawab dalam setiap insan karate.
-
Akselerasi prestasi: Mendorong lahirnya atlet berdaya saing tinggi melalui sistem kompetisi terstruktur.
-
Ekspansi dojo & kaderisasi: Memperluas jaringan dojo dan mempercepat regenerasi anggota di seluruh Indonesia.
-
Sinergi strategis: Mempererat hubungan dengan FORKI, pemerintah, dan stakeholder olahraga.
-
Digitalisasi organisasi: Mengintegrasikan teknologi dalam administrasi, data anggota, dan promosi kegiatan.
Dengan terpilihnya Totok Lusida secara aklamasi, PORBIKAWA kini memasuki babak baru. Harapan besar pun mengemuka—bahwa di bawah kepemimpinannya, organisasi ini tidak hanya solid secara internal, tetapi juga mampu melahirkan prestasi yang menggema hingga panggung dunia. (Tom)










