Surabaya – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya melakukan perbaikan geometri rel di area Stasiun Surabaya Gubeng, Rabu (4/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur tetap aman, stabil, dan nyaman dilalui kereta api saat arus mudik dan balik Lebaran.
Sejumlah petugas prasarana tampak melakukan pengangkatan dan penyesuaian rel atau yang dikenal dengan istilah perbaikan geometri rel. Proses ini bertujuan menormalkan kembali posisi dan ketinggian rel agar sesuai standar teknis operasional.
Perbaikan geometri rel diperlukan ketika terjadi pergeseran atau penurunan struktur tanah yang dapat menyebabkan rel tidak rata. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan guncangan berlebih hingga mengganggu kestabilan perjalanan kereta.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perawatan rutin yang telah terjadwal secara periodik.
“Perbaikan ini merupakan bagian dari perawatan rutin yang sudah terjadwal. Dalam sistem perawatan di KAI ada kategori preventif, korektif, dan rutin. Kegiatan ini termasuk perawatan rutin berdasarkan hasil inspeksi lintas menjelang Angkutan Lebaran,” ujar Mahendro.
Ia menambahkan, perawatan dilakukan sebagai langkah antisipatif sebelum masa Posko Angkutan Lebaran 2026 yang dijadwalkan mulai 13 Maret mendatang.
“Jika geometri rel tidak dijaga, risiko guncangan berlebih hingga potensi gangguan operasional bisa terjadi. Karena itu, kami pastikan seluruh jalur dalam kondisi optimal sebelum masa angkutan Lebaran dimulai,” tambahnya.
Dengan perawatan ini, KAI Daop 8 berharap perjalanan kereta api selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung selamat, nyaman, dan tepat waktu. (Kris/tom)











