Wartawan KOMPAK Rayakan Hari Pers Nasional Bersama Gubernur Khofifah

Berita14 Dilihat

SURABAYA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat silaturahim serta mengapresiasi dedikasi insan pers di Jatim dengan menggelar tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 secara sederhana di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam (9/2).

“Pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat,” kata Khofifah.

Khofifah menyebut Tasyakuran HPN 2026 digelar sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pers dalam membangun daerah.

Hadir dalam kegiatan itu Pokja Wartawan Grahadi, Pokja Wartawan Indrapura, Pokja Wartawan Polda Jawa Timur, serta Komunitas Media Pengadilan Kejaksaan (Kompak). Sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim turut mendampingi Gubernur Khofifah.

Momentum tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng, makan bersama, serta ramah tamah antara Gubernur Khofifah dan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi publik.

Dalam suasana akrab, Khofifah menyapa dan menyalami satu per satu wartawan yang hadir dari berbagai Pokja, sekaligus memberikan kue tart kepada jurnalis senior yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun serta jurnalis paling yunior sebagai bentuk penghargaan dedikasi.

Khofifah menilai di tengah derasnya arus informasi digital, kehadiran jurnalisme profesional semakin dibutuhkan untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan mencerahkan.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Terima kasih atas kerja keras insan pers yang terus menjaga ruang publik tetap sehat dan mencerahkan,” ujarnya.

Ketua Pokja Komunitas Media Pengadilan-Kejaksaan (KOMPAK), Budi Mulyono  mengapresiasi perhatian Gubernur Khofifah yang secara konsisten memperingati HPN bersama jurnalis di Jawa Timur.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur yang setiap tahun menyelenggarakan tasyakuran HPN. Ini menjadi bukti nyata kepedulian dan perhatian Gubernur Khofifah kepada insan pers di Jawa Timur. Semoga sinergi yang terbangun terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan profesi jurnalis menuntut kerja keras dan dedikasi tinggi, termasuk dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers. Namun kami yakin, kecerdasan buatan tidak akan mampu mengalahkan sensitivitas dan nurani jurnalis dalam menulis berita,” katanya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *