SURABAYA. Menjelang Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Surabaya, dukungan terhadap Arderio Hukom semakin menguat dari berbagai cabang olahraga (cabor). Sejumlah tokoh olahraga hingga politisi menilai Arderio sebagai sosok pemimpin muda yang berjejaring, visioner, serta memiliki komitmen kuat untuk memajukan ekosistem olahraga Kota Pahlawan.
Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso menilai, Arderio sebagai figur dengan jejaring luas dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pemuda perkembangan olahraga modern.
“Surabaya ini kota maju. Maka pemimpinnya harus punya visi yang sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan pemuda, termasuk pengembangan olahraga,” ujarnya saat hadir langsung dalam acara pertemuan cabor bersama Arderio Hukom bertajuk Sambung Roso II pada Jumat, 21 November 2025.
Politisi muda dari Partai Gerindra yang akrab dipanggil Mas Cahyo itu mengatakan ahwa dirinya telah mengenal Arderio sejak lama. Keduanya pernah aktif bersama di KONI Jawa Timur dan bersahabat sejak masa kuliah.
“Saya tahu betul sepak terjang Mas Rio. Kalau diberi tugas, beliau sangat amanah dan bertanggung jawab. Pekerjaan akan diselesaikan sampai tuntas sesuai harapan pengurus dan anggotanya,” ungkap Mas Cahyo, salah satu tokoh IPSI Surabaya dan juga mantan atlet tarung derajat.
Sementara perwakilan FORKI Surabaya, Alexander Sasongko, menegaskan bahwa seluruh kandidat ketua merupakan putra-putri terbaik Surabaya, namun setiap cabor harus menentukan pilihan yang dianggap paling tepat.
“Semua calon ketua umum KONI Surabaya adalah putra-putri terbaik Kota Surabaya. Tapi hidup itu pilihan, dan kami harus memilih. Ini bagian dari penyegaran untuk KONI Surabaya,” ujarnya.
Menurut Alexander, konsolidasi dilakukan untuk memastikan seluruh cabor dapat satu suara dalam Musorkot mendatang.
“Malam ini kami berkoordinasi supaya besok benar-benar satu suara, satu tekad, satu rasa untuk mengusung Mas Arderio Hukom sebagai Ketua KONI periode 2025–2029,” tambahnya.
Aktif Bersilaturahmi dan Terbuka pada Cabor
Dukungan cabor terhadap Arderio tidak lepas dari sikap terbukanya dalam menjalin komunikasi. Alexander menyebut banyak cabor yang awalnya belum mengenal Arderio, namun kemudian memberi penilaian positif setelah ia datang bersilaturahmi.
“Beliau sangat baik. Walaupun beberapa cabor belum kenal, Mas Arderio datang bersilaturahmi satu per satu. Dari silaturahmi itu muncul kesan positif sehingga banyak cabor mantap memilih beliau sebagai suksesor Pak Hoslih Abdullah,” jelasnya.
Ia meyakini Arderio mampu meneruskan capaian kepemimpinan sebelumnya sekaligus membawa pembaruan agar KONI menjadi organisasi yang semakin dekat dengan masyarakat Surabaya.
Dengan konsolidasi yang semakin solid serta dukungan dari berbagai tokoh dan cabor, peluang Arderio Hukom memimpin KONI Surabaya periode 2025–2029 kian terbuka. Keputusan final akan ditentukan melalui Musorkot yang segera digelar. @











